Ekbis

Harga Tak Kunjung Naik, Petani Garam Rencana Temui Gubernur

Foto: Petani garam di wilayah Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Dirasa aksi demonstrasi yang pertama dinilai tidak mendapat respon positif dari Gubernur Jawa Timur. Forum Petani Garam Madura (FPGM) pun berencana melakukan aksi demonstrasi susulan ke kantor Gubernur, yang rencananya akan dilaksanakan, Jumat (13/9/2019).

Ketua FPGM Moh Yanto menjelaskan, saat aksi demo ke kantor Gubernur Jatim 4 September 2019 lalu, massa ditemui Wakil Gubernur Emil Dardak, Sekda dan perwakilan Intel Polda Jatim Bagian Perekonomian. Mereka mengatakan jika Pemprov Jatim berjanji memfasilitasi perusahaan dengan para petani garam terkait dengan kerjasama dalam hal penyerapan garam.

Perusahaan berkomitmen menyerap garam rakyat mulai 4 September 2019 dan akan menaikkan harga secara bertahap sambil menunggu Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pemerintah.

“Kenyataannya sampai hari ini belum ada tanda-tanda kenaikan harga. Perusahaan kembali melanggar komitmen yang telah disepakati bersama. Buktinya, sudah satu minggu harga garam tak kunjung naik,” terangnya, Rabu (11/9/2019).

Pihaknya selaku perwakilan petani garam Madura akan kembali mendatangi kantor Gubernur untuk mempertanyakan komitmen yang telah disepakati perusahaan pengolah garam, Pemprov dan Polda Jatim dalam hal penyerapan garam.

“Rencananya Jumat ini kami akan menghadap Gubernur,” imbuhnya.

Yanto menyampaikan, harga garam saat ini murah dan tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani. Harga garam kualitas satu (Kw1) Rp 600 per kilogram, Kw2 Rp 500 per kilogram dan Kw3 Rp 400 per kilogram.

Perusahaan tidak mau membeli garam Kw3. Ketika dikirim Kw1 masuknya Kw2 dan ketika dikirim Kw2 yang masuk Kw3. Warga Kecamatan Pangarengan, Sampang itu mencurigai ada permainan kualitas yang dilakukan perusahaan dalam menyerap garam rakyat.

“Petani berharap harga garam tahun ini sama dengan musim panen raya 2018 lalu. Saat itu, harga garam Kw1 Rp 1.600 per kilogram, Kw2 Rp 1.200 dan Kw3 Rp 900. Sehingga, petani bisa mendapatkan keuntungan dan tentunya lebih sejahtera,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar