Iklan Banner Sukun
Ekbis

Harga Rajungan Turun Drastis, Nelayan Bangkalan Kelimpungan

Rajungan dari Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Menurunnya harga rajungan di pabrik wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, berdampak pada menurunnya pendapatan nelayan setempat. Bahkan mereka terancam merugi.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kecamatan Arosbaya, Bilal Kurniawan mengatakan, saat ini harga perkilo rajungan hanya berkisar Rp40 ribu. Padahal sebelumnya harga bisa mencapai Rp100 ribu lebih.
“Kalau harga normal dulu itu sekilonya Rp 100 ribu lebih, apalagi kalau yang bertelur itu akan lebih mahal. Tapi sekarang Rp40 ribu saja paling mentok Rp70 ribu,” ujarnya, Jumat (27/5/2022).

Selain itu, ia menyebut banyak nelayan merasa rugi. Apalagi bahan bakar yang digunakan untuk mencari rajungan cukup banyak. Sebab, nelayan harus ke tengah laut dan membutuhkan waktu semalaman. “Biasanya sekali melaut dapatnya 5 sampai 15 kilogram. Ya kalau bisa dapat di atas 15 kilo sangat beruntung. Tapi kalau hanya dapat 5 kilo kita rugi, karena tidak sebanding dengan BBM, umpan dan tenaga yang dikeluarkan,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa nelayan tetap mencari rajungan ke laut. Sebab, masyarakat pesisir di Arosbaya hanya mengandalkan hasil laut untuk menyambung hidupnya. “Mau gak mau ya tetap harus melaut supaya dapur tetap ngebul,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penurunan harga rajungan ini disebabkan pembelian harga dari pabrik ke nelayan menurun. Sehingga, harga rajungan dari nelayan dibeli dengan harga murah. “Kalau penyebabnya ya karena dari pabrik Surabaya itu membeli dengan harga murah, makanya harganya turun,” imbuhnya.

Ia berharap, harga rajungan bisa kembali normal. Sebab, jika hal ini terus terjadi, kesejahteraan nelayan semakin menurun. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar