Iklan Banner Sukun
Ekbis

Harga Minyak Goreng Kemasan di Sumenep Merangkak Naik

Sumenep (beritajatim.com) – Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional Sumenep mulai beranjak naik. Pekan ini, harga per kemasan 2 liter Rp 37.000. Padahal pekan lalu masih di angka Rp 34.000.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi menjelaskan, naiknya harga minyak goreng kemasan itu mulai terlihat sejak awal bulan November 2021. Semula Rp 31.000 per kemasan 2 liter, kemudian pekan berikutnya naik menjadi Rp 34.000, dan pekan ini naik lagi menjadi Rp 37.000.

“Naiknya harga minyak goreng kemasan itu dipicu naiknya harga crude palm oil (CPO) dunia. CPO atau minyak sawit mentah itu merupakan bahan baku untuk komoditas tersebut. Jadi ini bukan hanya terjadi di Sumenep, tapi di semua wilayah,” katanya, Senin (22/11/2021).

Selain minyak goreng kemasan, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga cukup tajam adalah cabai, baik cabai merah besar maupun cabai rawit. Untuk cabai merah besar, awal pekan ini harganya Rp 26.000 per kg, naik Rp 8.000 dibanding pekan lalu Rp 18.000 per kg. Sedangkan harga cabai rawit pekan ini Rp 22.000 per kg, naik Rp 7.000 dibanding pekan lalu Rp 15.000 per kg.

“Cabai ini komoditas yang tidak tahan lama. Mudah busuk. Apalagi saat ini musim hujan. Kalau stok berkurang karena banyak yang busuk sementara kebutuhan tetap, maka harga akan naik,” ujarnya.

Sebaliknya, komoditas yang justru mengalami penurunan harga pekan ini adalah daging ayam, baik ayam kampung maupun ayam broiler. Untuk daging ayam kampung, pekan lalu Rp 85.000 per kg, pekan ini turun menjadi Rp 80.000 per kg. “Sedangkan untuk daging ayam broiler, pekan lalu Rp 40.000 per kg, pekan ini turun menjadi Rp 38.000 per jg. Kalau untuk daging sapi tetap Rp 120.000 per kg,” ujarnya.

mentara untuk harga komoditas lain relatif stabil. Harga daging sapi tetap Rp 120.000 per kg, daging ayam broiler Rp 38.000 per kg, dan daging ayam kampung Rp 85.000 per kg. “Sedangkan untuk telur ayam ras harganya Rp 19.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg,” terangnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pantauan harga sembako di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar