Iklan Banner Sukun
Ekbis

Harga Kedelai Naik, Ini 2 Opsi yang Ditawarkan Pemkab Mojokerto

Salah satu produsen tahu di Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Para produsen tahu di Kabupaten Mojokerto berharap ada solusi dari pemerintah terkait mahalnya harga kedelai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menawarkan dua opsi.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan, yang membuat harga kedelai mahal adalah faktor global. Di mana harga kedelai di tingkat global mengalami kenaikan sehingga berdampak pada harga kedelai impor ke Indonesia. “Kondisi di global memang segitu harganya dan harga kedelai penyesuaian,” ungkapnya, Jumat (14/1/2022).

Otomatis hal tersebut akan berpengaruh pada kenaikan harga tahu, tempe serta minyak goreng juga. Saat ini, lanjut Iwan, Pemkab Mojokerto tengah mencarikan solusi untuk persoalan tersebut setelah Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengunjungi produsen tahu di Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri.

“Jadi ini murni karena harga bahan baku dunia yang naik. Pemkab menawarkan dua opsi untuk menyiasati agar Kelompok Industri Kecil Menengah perajin tahu agar tetap bisa bertahan. Yakni membiayai jasa angkut pengirim kedelai dan pemasaran produk,” katanya.

Selama ini, kata Iwan, pelaku usaha tahu secara turun-temurun hanya fokus pada satu produk. Misalnya, di Dusun Tambak Sari, Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, mereka membuat tahu yang digunakan untuk pentol saja. Menurutnya, diperlukan sebuah inovasi baru agar tetap bertahan saat kondisi seperti ini.

“Hanya itu produknya, diperlukan sebuah inovasi untuk menunjang berkembangnya industri tahu. Rencananya, ke depan barangkali kita bikin pelatihan-pelatihan biar pengolahan tahu produknya tidak hanya itu. Saat ini, dua opsi itu yang kita tawarkan tapi kembali lagi ke pengusaha tahu masing-masing,” ujarnya.

Terkait opsi pertama yakni membiayai jasa angkut pengirim kedelai yang akan diakomodir Pemkab Mojokerto juga terdapat persoalan juga. Menurutnya, selama ini masing-masing pengusaha membeli kedelai di tempat yang berbeda sehingga jika disepakati opsi pertama maka akan dikembalikan ke pengusaha.

“Jasa angkut kita kembalikan kepada mereka, selama ini kan mereka mengambil (kedelai) ke juragan yang berbeda-beda. Nanti kita cek lagi (jumlah pengusaha tahu yang berhenti berproduksi, red). Kita kan sudah memberikan opsi bantuan. Kalau ada yang sampai berhenti kita turun lagi lah, intinya begitu,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan