Ekbis

Harga Jagung Merosot, Beras Ikut-ikutan

Mojokerto (beritajatim.com) – Selama dua minggu terakhir, harga jagung di wilayah Mojokerto merosot karena saat ini, para petani jagung sudah memasuki masa panen. Bahkan penurunan harga jagung saat ini sudah mencapai angka Rp2 ribu per kilogramnya.

Salah satu pedangan kios palawija Pasar Niaga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Astutik (42) mengatakan, harga jagung kecil yang awalnya Rp10 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp8 ribu per kilogram. “Itu harga eceran konsumen,” ungkapnya, Rabu (27/2/2019).

Masih kata Astutik, dari kalangan petani saat ini diharga Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kilogram. Sementara untuk harga jagung ukuran sedang dan besar masih relatif stabil. Jagung ukuran tanggung masih Rp7,5 ribu dan ukuran bersar Rp6,5 ribu per kilogram.

“Untuk jenis kacang, yang dipilih banyak kacang jenis impor. Itu karena kualitas kacang-kacangan impor dinilai lebih baik. Selain itu, harga kacang-kacangan impor juga relatif sama dengan yang lokal. Harga kacang tanah impor dari India Rp20 ribu per kilogram,” katanya.

Untuk kacang kedelai impor dari Amerika dihargga antara Rp7,5 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram. Sementara untuk harga kacang hijau impor dari Thailand berkisar antara Rp 16 ribu sampai 17 ribu per kilogram. Untuk lokal kwcanh hijau lokal harga masih sama.

“Harga barang impor cenderung stabil. Biasanya kenaikan harga impor adalah jika ada kendala transportasi seperti penundaan pengiriman. Selama transportasi lancar, selama ini harganya tetap bisa stabil,” jelasnya.

Pedangan lainnya, Syaiful Lailul Wahyudi (42) menambahkan, selain jagung, harga beras juga mulai menunjukkan penurunan Rp200 sampai Rp500 per kilogram. “Penurunan masih di tingkat petani, untuk eceran masih stabil,” katanya.

Hal itu mulai dirasakan karena saat ini beberapa daerah juga terpantau memasuki musim awal panen. Seperti di daerah Ngawi dan Kediri. Masih kata Syaiful, harga beras jenis IR 64 eceran masih Rp10 ribu sampai Rp10,5 ribu per kilogramnya. “Harga beras mengalami penurunan harga secara drastis biasanya pada saat musim panas,” pungkasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar