Ekbis

Harga Jagung di Petani Tuban Anjlok

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah petani Jagung yang berada di wilayah Kabupaten Tuban yang saat ini sedang mengalami panen raya mereka harus buru-buru menjual Jagung hasil panennya untuk menghadapi harga jual Jagung dari tingkat petani terus mengalami penurunan dari hari ke hari Kamis (30/4/2020).

Para petani mengaku berpacu segera menjual hasil panennya supaya masih bisa menjual Jagung mereka dengan harga yang mahal sebelum harga Jagung semakin merosot. Adapun harga Jagung dari petani yang dibeli oleh para tengkulak sampai dengan hari ini tinggal Rp 3.200 per kilogramnya dan belum bisa dipastikan harga itu masih tetap bertahan atau kembali turun.

Data yang dihimpun beritajatim.com, pada sekitar tiga minggu lalu harga Jagung dari para petani itu masih dibeli oleh para tengkulak dengan harga Rp 4.000 per kilogramnya. Yang mana pada saat itu baru sebagian petani yang ada di wilayah Tuban khususnya di wilayah Kecamatan Semanding, Tuban itu yang sudah panen.

“Alhamdulillah, awal-awal panen masih dibeli dengan harga Rp 4.000 sekilo. Makanya waktu itu yang sudah kering langsung buru-buru dijual,” terang Kumujiari (53), petani Jagung warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban.

Setelah dari harga Rp 4.000 per kilogram itu, harga jagung terus berangsur turun hampir setiap harinya. Penurunan harga jagung dari para petani itu mulai Rp 50 sampai dengan Rp 100 per kilogramnya.

Hingga akhirnya pada minggu kemarin, harga Jagung langsung dari petani tersebut tinggal Rp 3.400 per kilogramnya. Dengan semakin menurunnya harga jual Jagung tersebut membuat para petani harus cepat-cepat menjual jagungnya supaya masih bisa untuk dengan hasil panennya itu.

“Saya jual itu masih dibeli harga 3.400 rupiah per kilo, sekitar satu minggu yang lalu. Kalau harganya turun terus seperti ini ya kasihan kita-kita para petani ini. Tidak bisa untung dengan hasil panen,” tambah Prayitno, yang juga petani jagung di wilayah Kecamatan Semanding, Tuban itu.

Para petani yang masih dalam proses panen itu berharap supaya harga jual Jagung tidak sampai anjlok terlalu murah supaya mereka tetap bisa untung. Pasalnya, pada musim tanam di musim penghujan tahun ini banyak petani yang harus berjuang supaya tetap bisa panen dengan melawan hama ulat yang sempat menyerang tamanam mereka.

“Untuk musim tahun ini petani benar-benar susah, banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa panen. Karena awal tanam sudan diserah hama ulat. Dan waktu panen harga Jagung terus turun,” ungkap petani lainnya.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar