Ekbis

Harga Garam Semakin Turun, Dulu Rp 3 Juta Sekarang Rp 250 Ribu Per Ton

Hasil produksi garam rakyat di Kabupaten Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Harga garam rakyat tiap tahun semakin anjlok dan tidak lagi bisa dijadikan tumpuan penyambung hidup oleh petani garam di Kabupaten Sampang.

H. Hafiudin (63) petani garam asal Kelurahan Polagan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mengaku, harga garam hasil produksi atau garam rakyat saat ini sudah tidak lagi berpihak kepada petani. Sebab, per ton hanya dihargai sebesar Rp 250 ribu.

Ia menyebutkan tren penurunan harga pasaran harga garam KW I selama tiga tahun terakhir yaitu sebesar Rp 3,5 juta per ton pada 2017, Rp 500 ribu per ton pada 2018, Rp 400 ribu per ton di tahun 2019, dan Rp 300 ribu per ton.

“Ini juga karena impor garam dari luar yang masuk ke Indonesia terlalu banyak. Sehingga garam asli dari para petambak tidak laku,” terangnya, Kamis (17/9/2020).

Dengan kondisi ini, Hafiudin mulai berhenti memproduksi garam rakyat hingga beralih ke pekerjaan lainnya. Jika dipaksakan tentunya petani akan merugi sendiri.

“Karena jika dipaksakan produksi garam, maka yang terjadi malah akan rugi karena lebih besar biaya produksinya,” imbuhnya.

Terpisah, menurut Imam (40) petani garam lainnya, dia hanya bisa berharap kepada pemerintah agar memperhatikan kondisi petani karena menyangkut hajat orang banyak apalagi di tengah pandemi Covid 19.

“Saya mohon perhatian pemerintah kepada nasib para petani garam, minimal bisa makan dari hasil produksi garam,” harapnya. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar