Iklan Banner Sukun
Ekbis

Harga Garam Rakyat Sumenep Naik, Serapan Turun

Petani Garam

Sumenep (beritajatim.com) – Harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep musim panen 2021 naik dibanding 2020. Untuk garam dengan kualitas (K) 1 milik petani, harga per ton mencapai Rp 500.000. Sedangkan tahun lalu, harga garam K1 hanya Rp 300.000 per ton.

“Untuk harga garam rakyat tahun ini, Alhamdulillah lebih baik dibanding tahun lalu. Meski harga itu pun masih di bawah harga yang ditetapkan Permendag,” kata koordinator Aliansi Masyarakat Garam Kabupaten Sumenep, Abdul Hayat, Rabu (22/09/2021).

Namun sayangnya, naiknya harga garam tersebut tidak diimbangi dengan naiknya serapan garam oleh pabrikan. Tahun ini garam rakyat hanya terserap sekitar 40 persen dari jumlah produksi.

“Kalau tahun lalu serapan garam masih bisa mencapai 70 persen. Tahun ini serapan rendah karena banyak perusahaan yang tidak melakukan pembelian,” terangnya.

Petani garam tengah menggarap lahan PT Garam [foto: temmy]
Ia menjelaskan, garam yang tidak terserap pabrikan, hingga saat ini disimpan di gudang petani. Ia berharap agar pihak perusahaan bisa segera melakukan pembelian, agar garam rakyat bisa terserap.

“Nasih petani garam ini semakin terpuruk apabila serapan pabrikan masih seperti ini. Ada ribuan ton garam rakyat yang belum terserap,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam satu musim tanam, petani mampu memproduksi garam sebanyak 160- 180 ton per hari pada lahan seluas 1 hektare. Dengan catatan apabila cuaca normal.

“Kami berharap ada campur tangan pemerintah untuk mendongkrak serapan garam rakyat. Dan stop impor garam dari luar,” ucapnya. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar