Ekbis

Harga Gabah Turun, Petani Bojonegoro Terpaksa Jual di Bawah HPP

Petani di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu Bojonegoro sedang menunjukkan tanaman padinya yang rusak diserang hama.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Memasuki masa panen harga gabah kering di Bojonegoro turun. Selain itu, harga jual gabah kering dari petani juga sangat rendah. Bahkan petani menjual hasil panen di bawah penentuan harga pembelian pemerintah (HPP) yang sudah ditetapkan.

Menurut salah seorang petani Mashuri (46), warga Desa Wotanngare RT 017 RW 005, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, saat ini harga jual gabah kering sawah berkisar Rp 3.900 per kilogramnya, padahal sebelumnya harganya berkisar Rp 4.400 per kilogramnya.

Selain harganya murah, puluhan hektare tanaman padi milik petani juga diserang hama wereng. Padi yang sudah hampir panen atau berusia 80 sampai 90 hari itu saat ini kering.

“Hampir semua tanaman padi milik petani di Desa Wotanngare diserang hama, meskipun luas tanaman yang diserang bervariasi, namun dikawatirkan akan mempengaruhi hasil produksi dan harga jual padi,” ungkapnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Rudianto mengatakan, Minggu lalu harga gabah kering masih berkisar Rp5.500 perkilogram. “Sepertinya sekarang mulai panen, mungkin harga sudah mulai turun,” ujarnya.

Pemantauan gabah itu dilakukan seminggu sekali. Sample harga diambil dari 14 penggilingan padi yang ada di Bojonegoro untuk dilaporkan ke pusat. Sesuai hasil pemantauan, harga gabah kering panen (GKP) antara Rp4.500 sampai Rp4.700 perkilogram.

Sedangkan harga gabah kering giling perkilogramnya sebesar Rp5.200 sampai Rp5.500 perkilogram. “Data kita berasal dari 14 sample penggilingan perwakilan perpadi,” pungkasnya. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya