Iklan Banner Sukun
Ekbis

Harga Cabit Rawit di Gresik Semakin Pedas, Tembus Rp 100 Ribu Perkilo

Ilustrasi cabai sebagai bahan masakan pedas. (Artem Beliaikin, unsplash)

Gresik (beritajatim.com)- Harga cabe rawit di Pasar Baru Kota Grssik, semakin pedas. Pasalnya, saat ini komoditas tersebut tembus Rp 100 ribu perkilonya. Imbas kenaikan itu, selain dipicu minimnya pasokan juga cuaca ekstrim yang tidak menentu belakangan ini berdampak langsung terhadap komoditas basah itu.

Harga cabai itu mulai melambung tinggi sejak akhir Mei 2022 lalu. Tapi dua minggu lalu, harga cabai rawit masih berkisar Rp 45 ribu. Harga tersebut sudah naik dari bulan April yang hanya Rp 30 ribu.

Namun, dua minggu berjalan harga cabai setiap harinya mengalami kenaikan sedikit demi sedikit, hingga akhirnya saat ini menyentuh Ro 100 ribu perkilo. Akibat kenaikan ini, para pedagang pun sedikit kelabakan karena stok dari petani juga mulai menurun.


Wiwik Ismawati, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Gresik mengatakan, awal bulan lalu stok masih tersedia banyak meski harga mulai naik. Namun, dua hari belakangan ini stok cabai yang datang mulai menurun. “Suplai dari petani mulai turun, sekarang harganya tembus Rp 100 ribu per kilo,” ujar perempuan 38 tahun itu, Senin (13/06/2022).

Dengan harga yang sangat tinggi itu, dirinya menyebut para pembeli juga mengurangi belanjaannya. Otomatis apabila pembeli berkurang, dikuatirkan stok di lapak tidak habis dan mudah busuk yang membuat pedagang merugi.

Seperti diketahui, komoditas cabai rawit di kondisi normal memiliki harga sekitar Rp 18-20 ribu perkilo. Namun, sejak musim yang tidak menentu ini, suplai dari petani mengalami hambatan yang membuat harga melambung tinggi.

Terkait dengan kenaikan ini, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Farda mengatakan, hasil dari monitoring di tujuh pasar milik pemerintah daerah harga cabai rawit rata-rata Rp 95.714 perkilo. Harga tersebut naik sekitar 43,7 persen dari awal bulan yang masih di harga Rp 66.571 ribu.

“Kenaikan bahan pokok yang terjadi belakangan ini tidak hanya dialami oleh cabai rawit. Komoditas basah lainnya juga terpengaruh seperti bawang merah di harga Rp 53 ribu, cabai merah Rp 70 ribu, hingga tomat Ro 19 ribu perkilo,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menyakan naiknya harga komoditas basah ini lantaran cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Jawa Timur. Sehingga, para petani mengalami gagal panen.

“Suplai dari petani dari daerah penghasil cabai rawit memang menurun, otomatis membuat harga naik secara perlahan. Jika begini terus, harga kemungkinan masih akan mengalami kenaikan,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev