Ekbis

Harga Cabe Rawit di Tuban Anjlok, Per Kilo Hanya Rp 6 Ribu

Tanaman Cabe

Tuban (beritajatim.com) – Di tengah-tengah Pandemi virus corona (Covid-19), para petani Cabe yang ada di wilayah Kabupaten Tuban dibuat menjerit dengan merosotnya harga cabe rawit itu yang setiap hari mengalami penurunan harga yang sangat drastis, Rabu (29/4/2020).

Di saat hampir semua petani cabe yang ada di wilayah Kabupaten Tuban itu sedang mengalami kini harga Cabe dari petani hanya pada kisaran Rp 6 ribu sampai dengan Rp 8 ribu per kilonya. Penurunan harga cabe itu sudah terjadi sejak sekitar dua minggu terakhir.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, merosotnya harga Cabe Rawit merah itu terjadi di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Tuban. Para petani cabe saat ini sedang waktunya panen itu semuanya menjerit dengan harga cabe yang sudah sangat murah tersebut.

“Ya mau gimana lagi, memang kondisinya seperti ini. Setiap habis metik harganya langsung turun. Saya baru dua kali panen, itu harga juga sudah beda-beda,” ujar Yadi (37), salah satu petani Cabe asal Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Yadi mengaku pada panen pertama sekitar satu minggu lalu sempat menjual dengan harga Rp 25 ribu perkilonya. Kemudian pada saat panen kedua harga sudah merosot turun menjadi Rp 15 ribu perkilonya.

Adapun menurut petani cabe yang ada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu menyatakan bahwa pada waktu dua minggu lalu harga cabe dari petani oleh tengkulak masih laku Rp 36 ribu per kilonya. Namun untuk hari ini di tengkulak yang ada di Pasar Tradisional Pasar Baru Tuban harga termahal hanya Rp 8 ribu per kilogram.

“Setiap saya jual itu harganya terus turun, panen pertama dulu masih dibeli dengan harga Rp 36 ribu, terus turun Rp 25 ribu, lalu pernah jual harga Rp 16 ribu dan sekarang tinggal Rp 8 ribu. Bahkan ada yang membeli hanya harga Rp 6 ribu,” ungkap Burhadi (52), petani asal Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban.

Sementara itu, untuk harga Cabe tersebut dimungkinkan masih akan terus mengalami penurunan harga mengingat saat ini para petani sudah mulai banyak yang panen. Hal tersebut membuat para petani Cabe Rawit itu semakin resah karena dinilai rugi lantaran tidak seimbang dengan biaya mereka.

“Kalau sangat murah seperti ini ya petani rugi, tapi mau gimana lagi, karena sudah waktunya panen ya tetap harus dipanen dari pada busuk di pohon,” pungkasnya.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar