Ekbis

Harga Cabai Rawit Makin ‘Pedas’

Sumenep (beritajatim.com) – Harga komoditas cabai di pasar tradisional Sumenep terus meroket, baik cabai rawit maupun cabai merah besar. Pekan ini harga cabai rawit mencapai Rp 90.000 per kg, dan cabai merah besar Rp 80.000 per kg.

“Kenaikan harga cabai ini memang cukup tinggi. Diduga karena minimnya stok. Musim hujan seperti ini menyebabkan cabai banyak yang busuk. Di beberapa daerah sentra penghasil cabai mengalami gagal panen. Akibatnya stok menipis. Sementara permintaan pasar tetap tinggi. Mangkanya harga jadi naik,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perimdustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, Selasa (4/2/2020).

Selain cabai, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga adalah bawang putih. Kenaikannya mencapai Rp 12 ribu dibanding pekan lalu. Saat ini harga per kilonya Rp 42.000. “Naiknya harga bawang putih ini tidak hanya terjadi di Sumenep. Hampir di semua daerah di Jawa Timur juga mengalami hal yang sama. Ini disebabkan karena minimnya stok,’ ujarnya.

Namun tidak demikian dengan bawang merah. Komoditas yang satu ini harganya realtif stabil, yakni Rp 28.000 per kg. Sementara komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah gula pasir dan minyak curah. Saat ini harga gula.pasir Rp 14.000 per kg dan minyak curah Rp 11.500.

“Untuk harga daging masih stabil. Harga daging sapi Rp 120.000 per kg, daging ayam broiler Rp 34.000, dan daging ayam kampung Rp 80.000 per kg,” paparnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar