Ekbis

Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp 140 Ribu

Pedagang Pasar Gresik menunjukkan cabai rawit

Gresik (beritajatim.com)- Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Gresik semakin mahal, yakni tembus di harga Rp 140 per kilogram. Tingginya harga cabai tersebut membuat pedagang tidak bisa berbuat banyak. Imbasnya permintaan menurun drastis.

Salah satu pedagang Pasar Baru Gresik, Anik (48) menuturkan, tingginya harga cabai rawit itu dirasakan sejak dua minggu terakhir. Semula Rp 100 ribu per kilogram. Lalu naik lagi menjadi Rp 110 ribu dan saat ini sudah di angka Rp 140 ribu.

“Dari agen sudan dijual diatas Rp 100 ribu perkilo. Lah kalau terus naik yang susah penjualnya seperti saya, siapa yang mau beli kalau harganya tinggi,” tuturnya, Selasa (9/3/2021).

Untuk menyiasati tingginya harga cabai tersebut, sejumlah pedagang di pasar mencampur cabai rawit dengan cabai hijau dan cabai besar. Sehingga, harganya terjangkau oleh pembeli.

“Harga cabai campuran perkilonya Rp 105 ribu. Mending begini, bisa laku. Tapi kalau ada pembeli yang meminta harga cabai rawit murni saya sediakan,” ujar Muslih (46), pedagang lainnya.

Masih menurut Muslih, untuk harga cabai besar tidak semahal cabai rawit. Harga cabai ini perkilonya dihargai 33 ribu. Hanya harga bahan komoditi cabai saja yang mengalami kenaikan. Sedangkan beberapa harga bahan pokok lain malah cenderung stabil.

Kalaupun mengalami kenaikan tidak begitu drastis. “Saat ini harga cabai rawit lebih tinggi daripada harga daging yang cuma Rp 100 ribu per kilogram,” paparnya.

Sedangkan harga bahan pokok lainnya seperti bawang merah relatif stabil. Perkilonya dijual Rp 28 ribu, sama halnya bawang putih yang dijual Rp 28 ribu per kilogram.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono menegaskan, hargai cabai yang tinggi tidak hanya di Gresik. Kenaikan harga cabai yang tinggi diakibatkan oleh permintaan yang tinggi. “Ketersediaan komoditi cabai tidak sebanding dengan permintaan,” katanya.

Ia menambahkan, harga cabai dalam waktu dekat akan turun, karena komoditi cabai tidak bisa bertahan lama. Untuk itu, dirinya menyarankan warga untuk menanam cabai di rumah sebagai langkah mudah mengantisipasinya tingginya harga di pasaran.

“Kalau bisa menanam cabai di rumah, bisa dilakukan ditanam di pot, polybag. Apalagi kebutuhan cabai di rumah tangga tidak terlalu besar,” imbuhnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar