Ekbis

Harga Cabai Naik 7 Kali Lipat

Surabaya (beritajatim.com) – Pedagang mengeluhkan harga cabai rawit tembus 7 kali lipat harga normal. Kenaikan harga ini benar membuat pedagang cabai di pasar hingga pedagang makanan restoran resah.

Lasmi (47), pedagang cabai di pasar Wonokromo Surabaya mengatakan, dengan naiknya harga beli cabai di pemasok membuatnya mau tidak mau harus menaikkan harga jual. Kenaikan di angka Rp 70.000 per kilo.

“Aduh cabe naik semua sekarang, ini cabe rawit saya beli di pemasok satu mobil tosa itu naik sampai Rp 7 juta sekarang, ya gimana lagi jadi saya jualnya juga mahal, normalnya Rp. 10.000 jadi Rp.70.000,” ungkapnya pada Kamis (18/7/19).

Pedagang asal Pakis itu juga mengeluhkan minat pembeli yang menurun. Sebelumnya ia bisa menjual 1 kuintal per hari kini hanya terjual 30 kg saja.

Selain itu, pedagang makanan pedas juga merasakan dampak dari naiknya harga cabai rawit ini.

Ditemui di kantor restoran mie setan kober di Jl. Pacar keling, supervisor restoran, Bayu Aji (36) mengatakan, naiknya harga cabe ini berimbas pada turunnya profit usahanya.

“Karena kita jualannya mie pedas, ya mau gak mau kita tetap butuh cabe. Naiknya harga cabe ini ya meresahkan bagi kita, kita jadi keluar uang lebih banyak untuk beli cabenya,” katanya.

Saat disinggung mengenai langkah menyikapi kenaikan harga cabaik, Bayu mengatakan tidak terburu-buru untuk menaikkan harga seporsi Mie Setan Kobernya. Itu karena terlalu berisiko pada minat pembeli.

“Untuk harga Mie Setan Kober, kita masih aman. Profit turun tidak terlalu masalah, toh nanti kalau harga cabai normal lagi, semua jadi normal lagi,” ujarnya.

Kenaikan harga cabai ini diketahui sudah satu pekan terjadi di daerah Surabaya dan masih belum dapat dipastikan kapan ini akan berakhir. [tan/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar