Ekbis

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep ‘Terjun Bebas’

Penjual cabai di salah satu pasar tradisional sumenep (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai merah besar di pasar tradisional Sumenep merosot tajam. Saat ini harga per kilonya hanya Rp15 ribu. Padahal satu bulan lalu, harganya masih mampu bertahan Rp28 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah besar ini merosot karena stoknya melimpah. Panen cabai di sentra cabai merah hasilnya bagus. Mangkanya stoknya banyak. Sementara permintaan tetap. Akhirnya ya harga pun turun,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi, Rabu (28/07/2021).

Berbeda dengan cabai merah besar, harga cabai rawit stabil di angka Rp40 ribu per kg pekan ini. Harga tersebut mengalami penurunan dibanding pekan lalu, Rp42 ribu per kilogram.

“Cabai itu memang komoditas yang harganya sangat fluktuatif. Tergantung pada stok. Karena cabai ini kan komoditas yang tidak tahan lama. Jadi perubahan harganya pun bisa saja terjadi setiap hari,” ujar Ardiansyah.

Sementara untuk harga komoditas lain cenderung stabil. Namun awal pekan, harga beras sempat naik meski tidak signifikan. Hanya berkisar Rp 500 per kgnya. Untuk beras bengawan kualitas premium, harganya Rp 11.500 per kg. Pekan lalu Rp 11.000. Sedangkan beras kualitas medium, harga per kgnya saat ini Rp 10.500. Pekan lalu Rp 10.000 per kg.

“Kenaikan harga beras itu karena belum masuk masa panen raya. Tapi sebetulnya tidak terlalu banyak kenaikan harganya. Masih bisa dikatakan relatif stabil,” tuturnya.

Penjual cabai di salah satu pasar tradisional sumenep (foto : Temmy)

Sedangkan untuk komoditas daging, terjadi penurunan harga pada daging ayam kampung. Semula Rp 90.000 per kg, saat ini turun menjadi Rp 85.000 per kg. Untuk ayam potong tetap Rp 35.000 per kg, dan untuk harga daging sapi juga stabil Rp 120.000 per kg.

“Kalau untuk komoditas telur, pekan ini juga stabil. Harga telur ayam ras Rp 23.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg,” terangnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar