Ekbis

Harga Bawang Putih Impor dari China Naik

Pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro memilah siung-siung bawang putih yang masih bisa dijual

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bawang putih di pasar tradisional Kota Bojonegoro harganya naik. Bawang putih yang dijual oleh para pedagang di pasar kota rata-rata impor dari China. Oleh pedagang, kenaikan harga bawang putih itu diduga karena dampak virus Corona yang terjadi beberapa waktu lalu di Wuhan, China.

Salah seorang pedagang pasar tradisional Kota Bojonegoro, Bu Sri mengatakan kenaikan harga bawang putih terjadi sejak lima hari terakhir. Perkilogram harga eceran senilai Rp 50 ribu. Sebelumnya harga bawang putih senilai Rp 32 ribu perkilogram.

Selain bawang putih, kebutuhan dapur yang diimpor dari China salah satunya juga bawang bombai. Stok bawang bombai ini beberapa hari kosong. “Bawang putih dan bombai ini semua dari China,” ujarnya, Sabtu (8/2/2020).

Dampak kenaikan harga bawang putih, pedagang akhirnya memanfaatkan siung bawang putih yang sudah terlepas dari bongkahan. Pedagang memilah siung bawang yang masih bagus untuk dijual kembali. “Siung bawang ini kita pilah, kalau yang sudah kepong tidak dijual tapi kalau masih bagus masih bisa dijual,” terangnya.

Sementara dampak kenaikan ini, masyarakat juga mengurangi pembelian bawang putih. Rata-rata mereka hanya membeli sesuai dengan kebutuhan masak. “Kalau biasanya beli langsung satu kilo sekarang seperempat kilo. Sesuai kebutuhan masak hari ini,” ungkap salah seorang pembeli, Sumiati.

Sementara bawang merah harganya masih stabil. Bawang merah yang dijual di pasar dari petani lokal. Seperti dari Kecamatan Kedungadem dan Sugihwaras. Selain itu juga ada yang mendatangkan dari Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Bawang merah harganya perkilogram antara Rp 14 ribu hingga Rp 19 ribu.

“Bawang merah ini ambil dari Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras. Biasanya bisa menjual sampai 1 ton, tergantung pasar kalau ramai bisa lebih dari satu ton,” ujar seorang pedagang grosir, Dukut, Warga Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Bojonegoro Sukaemi saat dihubungi jurnalis beritajatim.com belum memberi tanggapan hingga berita ini ditulis. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar