Ekbis

Harga Bawang Putih di Sumenep Capai Rp 45.000 per Kg

Sumenep (beritajatim.com) – Harga bawang putih dan bawang merah di pasar tradisional Sumenep pekan ini makin membumbung. Bahkan kenaikan harga bawang putih mencapai Rp 13.000 per kg dibanding pekan lalu.

“Harga bawang putih saat ini mencapai Rp 45.000 per kg. Padahal pekan lalu masih Rp 32.000 per kg. Sedangkan harga bawang merah pekan ini Rp 35.000 per kg, naik Rp 3.000 dibanding pekan lalu,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Abd. Said, Senin (15/04/2019).

Ia menduga kenaikan komoditas bawang, terutama bawang putih, berkaitan dengan stok. Beberapa daerah sentra produksi bawang putih mengalami gagal panen akibat cuaca.

“Kalau kata pedagang di pasar Sumenep, harga bawang memang naik drastis dari produsennya. Nah, karena harga kulakan naik, maka harga jual ke konsumen juga naik,” paparnya.

Pemerintah pusat melalui rapat koordinasi terbatas pada Senin 18 Maret 2019 telah menugaskan Perum bulog untuk mengimpor 100 ribu ton bawang putih. Rencana tersebut dilakukan guna menjaga stok menjelang lebaran. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi, karena masih menunggu ijin dari Kementerian Perdagangan.

“Jadi masalah tingginya harga bawang, baik bawang putih maupun bawang merah, bukan monopoli Sumenep. Ini terjadi secara nasional,” ujarnya.

Sementara untuk komoditas beras, awal pekan ini justru mengalami penurunan harga. Beras kualitas medium IR 64 turun Rp 500 menjadi Rp 9.000 per kg. Sedangkan harga beras desa Rp 8.000, juga turun Rp 500 per kg.

“Sedangkan untuk daging ayam, awal pekan ini mengalami kenaikan harga. Harga ayam kampung naik Rp 5.000 menjadi Rp 75.000 per kg. Kemudian ayam broiler naik Rp 1.000 per kg menjadi Rp 34.000,” ujar Said.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pantauan harga sembako. Pantuan dilakukan di dua pasar, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar