Ekbis

Harga Bawang Merah di Ponorogo Tinggi, Pembeli Sepi

Haega bawang merah di Pasar Ponorogo. Foto: Endra

Ponorogo (beritajatim.com) – Usai lebaran ini, sejumlah barang kebutuhan pokok harganya masih tinggi. Bawang merah menempati urutan pertama kenaikan paling tinggi dibanding bahan pokok lainnya.

Sekarang harga bawang merah di angka Rp 45 ribu per kilogramnya. Harga tinggi itu sudah terjadi sejak seminggu sebelum lebaran yang lalu.

“Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu, kalau yang super dan besar bisa sampai Rp 50 ribu per kilogramnya,” kata Suprihatin, salah satu pedagang pasar yang berada di pasar relokasi di Eks. RSUD, Kamis (28/5/2020).

Suprihatin mengungkapkan harga bawang merah yang tinggi itu sudah terjadi seminggu sebelum lebaran. Kenaikan itu dikarenakan minimnya stok bawang merah di pasaran. Selain bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada kentang. Jika sebelumnya harganya Rp 10 ribu, kini naik menjadi Rp 13 ribu.

“Konsumen yang biasanya beli 1 kilogram, kini kebanyakan mereka belinya cuma 1/4 kilogram saja,” katanya.

Selain ada yang naik, sejumlah bahan makanan juga ada yang mengalami penurunan. Seolah berbanding terbalik dengan bawang merah, kini harga bawang putih terjun bebas. Jika dulu dikisaran harga Rp 35 ribu, turun menjadi Rp 15 ribu. Penurunan harga juga terjadi pada cabe rawit, kini harganya dikisaran Rp 15 ribu. Padahal saat lebaran lalu sempat naik hingga  Rp 25 ribu.

“Cabe rawit harganya Rp 15 ribu, sempat naik namun cuma sehari saat lebaran kemarin, harganya Rp 25 ribu,” katanya.

Suprihatin mengeluhkan sepinya pembeli saat pandemi Covid-19 ini. Meski menjelang lebaran, yang biasanya warga banyak yang belanja, namun tetap aja sepi. Terlebih warga juga tidak yang mengadakan hajatan. Warga belinya cuma untuk kebutuhan rumah tangga saja.

“Semakin sepi setelah pasar ini beberapa waktu lalu diadakan rapid test massal, padahal tidak ada yang positif Covid-19 namun seperti warga enggan untuk memebli disini,” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar