Ekbis

Harga Anjlok, Peternak Ayam Potong di Mojokerto Was-was

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah peternak ayam potong di Mojokerto mengaku was-was terkait anjloknya harga di tingkat peternak. Mereka yang saat ini masih memiliki ayam potong berharap ketika panen nanti harga sudah kembali normal.

Salah satu peternak ayam potong di Dusun Medowo, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Paser (47) mengatakan, saat ini ia masih memiliki ayam potong dengan usia 15 hari. Jumlah populasi hewan ternak itu sebanyak 3 ribu ekor.

“Ini usianya 17 hari, untuk panennya di usia 39 sampai 40 hari. Saat ini harga ayam potong di tingkat peternak Rp8 ribu per kilogram, kita berharap saat panen nanti harga ayam potong sudah kembali stabil atau minimal di angka Rp17 ribu per kilogram,” ungkapnya, Kamis (27/6/2019).

Masih kata Paser, biasanya agar mendapatkan keuntungan lebih maka peternak akan menambah sendiri bibit ayam potong agar bisa dijual secara mandiri. Namun saat harga ayam, ia memilih tidak menambah karena khawatir tidak dapat untung justru merugi.

“Tidak nambah karena takut rugi, ini saja sudah was-was takut pas panen harga masih Rp8 ribu. Terakhir panen mandiri sebelum Pilpres, harga masih Rp17 ribu. Untung masih Rp3 juta dengan jumlah populasi sebanyak 500 ekor,” katanya.

Sebelum ini, Paser juga menambah bibit sendiri untuk bisa dijual secara mandiri, agar bisa meraup untung lebih. Namun dengan kondisi saat ini, para peternak enggan menambah jumlah populasi ayam karena melihat harga rendah di tingkat peternak.

“Di pasar saat ini masih Rp30 ribu, idealnya selisih Rp10 ribu sampai Rp12 ribu atau harga di tingkat peternak Rp18 ribu sampai Rp20 ribu. Namun karena kita terikat kontrak dengan suplayer sehingga tidak seberapa rugi meskipun was-was,” ujarnya.

Paser berharap pemerintah bisa membantu menyetabilkan harga ayam potong di tingkat peternak sehingga harga kembali normal. Peternak dapat hasil, kemandirian meningkat dan modal milik para peternak kembali.

“Mandiri Rp15 ribu tidak dapat untung karena operasionalnya Rp14 juta untuk 500 ekor. Untuk 500 ekor dapat 1 ton. Kalau saya belum merasakan karena ini masih ikut kontrak harga Rp18 ribu, sekitar 25 hari lagi sudah siap panen,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar