Iklan Banner Sukun
Ekbis

Hanya Imasco yang Tolak Kontribusi Tetap Tambang Batu Kapur Gunung Sadeng di Jember

Sekda Jember Mirfano

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, secara resmi sudah menyampaikan ketentuan kontribusi tetap dalam kerja sama pengelolaan tambang batu kapur Gunung Sadeng kepada PT Imasco Tambang Raya.

Dalam ketentuan kerja sama barang milik daerah yang disodorkan Pemerintah Kabupaten Jember, Imasco diharuskan membayar kontribusi tetap Rp 39.500 per ton batu kapur yang ditambang. “Tapi mereka menolak (menandatangani surat kesanggupan membayar), dengan alasan kontribusi tetap tidak memiliki dasar hukum,” kata Sekretaris Daerah Jember Mirfano, ditulis Rabu (1/6/2022).

“Padahal sudah dijelaskan, bahwa dasar hukum kontribusi tetap itu adalah Peraturan Mendagri Nomor 19 Tahun 2016. Sudah berkali-kali dijelaskan. Jadi pemanfaatan kerja sama barang milik daerah, pemkab bisa menarik kontribusi tetap dari pihak yang bekerja sama,” kata Mirfano.

Nominal kontribusi tetap tersebut tidak ditetapkan sembarangan. Berdasarkan kalkulasi Pemkab Jember bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kontribusi yang harus dibayarkan pengusaha adalah Rp 39.500 per ton kapur untuk pengusaha besar dan Rp 30 ribu per ton untuk pengusaha kecil. Ini dikuatkan dengan peraturan Gubernur Jawa Timur yang menetapkan harga jual batu kapur adalah Rp 39.500

Menurut Mirfano, selama ini pengusaha tambang batu kapur di Gunung Sadeng hanya membayar pajak lima persen untuk pendapatan asli daerah (PAD) atau Rp 2.000 per ton. Dengan jumlah batu kapur yang ditambang mencapai 1,4 juta ton pada 2021, Imasco selama ini hanya memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar Rp 4,7 juta pada 2019, Rp 111,7 juta pada 2020, dan Rp 2,8 miliar pada 2021.

Mirfano mengatakan, Imasco akan mengambil langkah-langkah penolakan ketentuan Pemkab Jember. “Kalau Pemkab memaksakan, mereka akan menutup pabrik semen dan melakukan langkah-langkah hukum,” katanya.

Tentu saja Pemkab Jember tak akan tinggal diam. “Kami akan berkonsolidasi, termasuk dengan penasihat hukum untuk menyiapkan kemungkinan gugatan non litigasi,” kata Mirfano.

Pemkab Jember akan terus berjalan melaksanakan ketentuan kerja sama barang milik daerah itu. Hanya Imasco yang menolak. Tujuh perusahaan lainnya sudah menyatakan setuju. “Kami akan memberi waktu tidak terlalu lama kepada Imasco untuk memikirkan ulang aturan pemkab yang baru diterapkan. Wong perusahaan yang lain sanggup membayar kontribusi tetap kok.. Tahun ini harus ada peningkatan PAD yang signifikan dari barang milik daerah Gunung Sadeng,” kata Mirfano.

“Pasca ini, kami akan menetapkan surat keputusan bupati untuk perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan pemkab dan kemudian melakukan penandatanganan ke notaris. Setiap lima tahun kerja sama akan dievaluasi kembali,” kata Mirfano.

Pekan depan Pemkab Jember akan mengundang empat perusahaan lain untuk dimintai kesanggupan melaksanakan kerja sama barang milik daerah itu. Mirfano berharap, Pemkab Jember bisa mewujudkan potensi PAD dari tambang batu kapur Gunung Sadeng sebesar Rp 200 miliar per tahun.

Sementara itu, belum ada pernyataan sikap resmi dari Imasco. “Kalau mau konfirmasi nanti saja. Kami akan klarifikasi nanti,” kata Fendi, humas perusahaan. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar