Ekbis

Hama Wereng Mengamuk Kala Petani Lumajang Waspada Corona

Lumajang (beritajatim.com) – Di tengah masyarakat pertanian Lumajang waspadai penularan covid-19 atau corona, hama wereng menyerang babi buta tanaman padi petani Desa Darungan Kecamatan Yosowilanggun.

Akibatnya, ratusan hektare tanaman padi petani terancam gagal panen. Wereng coklat menyerang ganas dengan waktu 2 hari langsung kering pada tanaman padi berusia sekitar sebulan dan mati.

“Wereng coklat adalah hama paling mematikan,” kata Nur Hadi, Kepala Badan Perwakilan Desa (BPD) Darungan pada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Menurut dia, hama wereng menyerang secara sporadis dan obat insektisida sulit didapat di toko pertanian. Petani pun memilih pasrah dengan padinya yang baru ditanam menguning dan mati.

“Saya bersama petani pasrah,” jelasnya.

Data di UPT pertanian Kecamatan Yosowilanggung, hama wereng menyerang di Desa Darungan, Tunjung Rejo, Yosowilanggun Kidul, Yosowilanggun Lor, Krai dan Munder. Para petani di musim sebelumnya berperang dengan hama tikus, kini berganti wereng.

“Habis serang kawasan satu, menyerang kewasan lain, Angin sepertinya menjadi penyebaran hama menjadi cepat,” jelas Surajo petani asal Munder.

Baca Juga:

    Petani di Darungan dan Munder sebenarnya sudah mengantisipasi sejak pembibitan dari wereng. Pasalnya, hama ini dibawa oleh kupu-kupu kecil.

    “Waspada selalu di awal sejak pembibitan dan penanam awal,” pungkasnya. [har/but]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar