Ekbis

‘Hadiah’ Kemerdekaan, Pertamina Buka Satu Lagi SPBU di Tempat Wilayah Tertinggal

Surabaya (beritajatim.com) – Sejalan dengan sila kelima dalam Pancasila, bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus diaplikasikan dalam semua hal, termasuk kesempatan dan kemudahan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada untuk memperoleh akses terhadap energi sebagai salah satu barang yang penting bagi hajat hidup orang banyak.

PT Pertamina (Persero) terus menjalankan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 Harga sebagai bentuk nyata pemenuhan hak rakyat Indonesia untuk mendapatkan energi secara sama dan setara di seluruh pelosok negeri. Sampai saat ini di empat provinsi wilayah operasional Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sudah 30 titik BBM Satu Harga yang beroperasi.

30 lembaga penyalur tersebut tersebar di 18 kabupaten wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang melayani kebutuhan BBM masyarakat dengan harga yang sama dengan di wilayah lainnya di Indonesia, yakni Rp. 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp. 5.150 per liter untuk Biosolar.

Dengan beroperasi nya Lembaga Penyalur BBM Satu Harga tentunya sangat berpengaruh dengan kegiatan perekonomian masyarakat. “Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini tidak perlu lagi menempuh jarak 60 kilometer untuk membeli BBM,” ujar Ketua Lembaga Adat Balauring, Abdul Latif Laka Taranpiraq.

“Cerita perjuangan kami, sebelum ada SPBU di Omesuri ini, warga harus ke Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata untuk memenuhi kebutuhan BBM, dimana akses jalannya pun sebagian belum beraspal. Tapi sekarang kami tidak perlu khawatir lagi, mobil angkutan antar kecamatan juga sudah bertambah jumlah dan jangkauan operasional nya, semua berkat kehadiran SPBU Pertamina di Omesuri,” tambah Latif.

Semangat melayani masyarakat di pelosok juga terus dipersembahkan Pertamina untuk Indonesia Maju. “Tahun 2020 ini, 13 titik tambahan layanan BBM Satu Harga akan beroperasi di NTT, sementara di NTB akan beroperasi sebanyak 6 titik tambahan lembaga penyalur BBM Satu Harga yang semakin mempermudah akses masyarakat terhadap energi dalam menunjang kegiatan perekonomian,” ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V.

Salah satu lokasi sarana distribusi BBM Pertamina di MOR V, Fuel Terminal (FT) Maumere tahun ini akan membuka jalur baru pengiriman BBM menuju Pulau Palue, Kab. Sikka, NTT untuk mendukung Program BBM Satu Harga. Manager FT Maumere, Erik Imam Kasmianto menyampaikan, “Perjalanan pengiriman ke pulau-pulau dengan resiko tinggi, membawa barang mudah terbakar, drum-drum penyimpan BBM diangkut diatas kapal kayu untuk menempuh perjalanan 6 hingga 12 jam dengan ketinggian ombak 2 – 3 meter di lautan,” ujarnya.

Jaringan dan jalur distribusi BBM Pertamina selalu bertambah hingga ke seantero negeri, dari mulai daerah paling utara Indonesia, sampai ke daerah paling selatan. Titik-titik lembaga penyalur yang melayani BBM Satu Harga sebagai bentuk nyata peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi masyarakat, Pertamina untuk Indonesia Maju.[rea/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar