Ekbis

H-7 Lebaran, THR Harus Sudah Diterima Karyawan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro meminta kepada setiap perusahaan untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan. Pembayaran dilakukan maksimal H-7 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Pemberian tunjangan hari raya keagamaan itu sesuai dengan amanat Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Kasi Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Rafiuddin Fathoni mengatakan, pemberian THR ini merupakan kewajiban perusahaan kepada buruh atau pekerjanya. Disamping itu, juga untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari raya.

Kewajiban memberikan THR bagi pekerja itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi buruh/pekerja di perusahaan. “Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada buruh/pekerja,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).

Sesuai dengan aturan yang ada, pemberian THR Keagamaan diberikan kepada buruh yang sudah bekerja lebih dari satu bulan, dan memiliki ikatan hubungan kerja antara buruh dengan pengusaha baik untuk waktu tertentu maupun perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

“Pemberian THR dilakukan untuk pekerja yang sudah bekerja lebih dari 12 bulan, maka diberikan gaji satu bulan penuh,” ujar Fathoni sesuai dengan surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk perhitungan pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja kali satu bulan upah dibagi 12.

Untuk pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanijan kerja harian, upah satu bulan dihitung sebagai berikut; (1) pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja (dua belas) bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

(2) pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar