Ekbis

Gunakan Teknik Ecoprint, Guru SMK Hasilkan Kain Bernilai Jual Tinggi

Dwi Rianasari menunjukkan beberapa hasil ecoprintnya. [Foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Berawal dari niatnya untuk memberi bekal keahlian teknik pewarnaan ecoprint kepada siswanya, Dwi Rianasari (36) guru salah satu SMK di Madiun itu kini bisa membuat karya busana eksotis nan elegan. Ecoprint merupakan teknik pewarnaan pakaian menggunakan bahan-bahan dari alam.

Yakni mengambil pewarnaan dari daun-daunan, jadi tidak merusak lingkungan. “Saya mengenal ecoprint ini 2 tahun lalu, belajar teknik ini secara otodidak,” kata Dwi saat ditemui beritajatim.com di rumahnya Kelurahan Cokromenggalan Ponorogo, Senin (13/1/2020).

Dwi melakukan eksperimen sendiri dalam mencipta warna busana dari bahan alam. Selama ini Dia menggunakan daun tabebuya, jati, jarak kepyar, jarak ulung untuk bahnnya. Dari daun-daun tersebut bisa menghasilkan warna yang menawan dan khas. “Daunnya bisa bermacam-macam, bisa dicari di sekitar kita. Klamben, nama produk decoprint saya,” katanya.

Prosesnya, kata Dwi kain yang akan diwarnai itu di treatment khusus supaya bisa menyerap warna. Selain itu daun juga dilakukan demikian, jika ingin mengubah warna aslinya nanti. Dia mencontohkan memberi bubuk tunjung untuk menjadikan warna lebih gelap. Ataupun juga bisa dengan menggunakan tawas.

Selain pada kain, teknik perwaraan ecoprint ini juga bisa diaplikasikan di kulit binatang seperti kulit sapi dan kambing. Serta juga bisa di keramik. Tak ayal, produksinya pun bukan kain semata, namun juga bisa membuat untuk dompet, tas, sepatu dan muk.

Usaha ini dirasa Dwi menggiurkan, pasalnya belum banyak yang tahu jadi permintaan masih banyak. Selain itu nilai jualnya juga tinggi, kain yang semula harganya Rp 100 ribu, setelah diecoprint harganya bisa mencapai Rp 400 ribu, tergantung bahan lainnya.

Penjualannya bisa lewat online di berbagai media sosial dan offline bisa dari mulut ke mulut. Selain itu Dwi mulai sering memperkenalkan produknya lewat pameran-pameran. “Jadi tidak ada masalah dengan penjualannya, pasti selalu ada pesanan,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar