Ekbis

Grand Inna Simpang Bangun Ballroom untuk 1.120 Tamu

Surabaya (beritajatim.com) – PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN akan segera memiliki ballroom dengan kapasitas 1.120 orang. Ballroom ini berada di atas lahan 2,8 hektar dengan luas bangunan mencapai lebih dari 5.000 meter persegi.

Hal ini ditandai dengan grounbreaking pembangunan ballroom di Hotel Grand Inna Tunjungan, Surabaya.

Menurut Iswandi Said, President Director Inna Hotels and Resort atau HIN,  pihaknya menggandeng Tata Bumi Raya setelah kontraktor itu berhasil memenuhi hasil seleksi yang dilakukan bersama perusahaan kontraktor lainnya.

“Kami melihat Tata Bumi Raya juga sudah berpengalaman membangun gedung. Dan kami berharap proyek bisa berjalan sesuai dengan kontrak,” kata Iswandi, didampingi Jamhadi, Direktur Utama Tata Bumi Raya, Selasa¬† (11/2/2020).

Dalam kontraknya pembangunan akan berlangsung selama 12 bulan dengan nilai proyek mencapai Rp 73 miliar.

Pembangunan ini tak hanya ballroom saja tetapi juga bangunan bertingkat tiga ini akan dijadikan area ballroom yang dilengkapi dengan masjid, kemudian dua lantai dibawahnya untuk areal parkir mobil berkapasitas 167 unit.

Jamhadi menambahkan, pihaknya siap melaksanakan kontrak kerja pembangunan ballroom Grand Inna Tunjungan ini dengan tepat mutu, waktu, dan biaya.

“Kami cukup senang dengan terpilih sebagai pelaksana proyek ini. Apalagi HIN merupakan salah satu BUMN, dimana BUMN ini merupakan agen pembangunan, yang bisa mendorong swasta untuk berkembang,” kata Jamhadi.

Meski dalam kontrak, masa pengerjaan mencapai 12 bulan, Iswandi mengaku menantang Tata Bumi Raya untuk bisa menyelesaikan sebelum bulan Desember 2020.

“Bulan Desember biasanya banyak event, kalau sudah jadi dan bisa digunakan, akan lebih baik,” kata Iswandi.

Jamhadi menjawab “Insyaallah” atas tantangan itu dan pihaknya bersiap mengupayakan. Hal itu seiring dengan kebutuhan pasar ballroom berkapasitas besar di Kota Surabaga yang masih belum memenuhi demand atau permintaan pasar.

“Saat ini supply ballroom kapasitas besar dengan demand atau permintaan masih belum sebanding. Jadi dengan adanya Grand Inna Tunjungan bangun ballroom kapasitas besar bisa memenuhi satu dari demand tersebut,” ungkap Jamhadi.

Proyek ballroom Grand Inna Tunjungan ini akan menjadi proyek gedung yang ke 305 bagi Tata Bumi Raya.

Keberadaan ballroom diharapkan juga bisa mendorong tingkat okupansi hotel di kota Surabaya dengan adanya tempat baru untuk MICE (Meeting, Intensif, Convention dan Exhibition).

Saat ini jumlah kamar di Grand Inna Tunjungan masih di sekitar 124 kamar. Dengan 1.000 lebih ballroom baru di hotel ini, tentunya untuk kebutuhan kamar akan dipenuhi oleh hotel-hotel sekitarnya.

“Dan ini bisa mendorong kenaikan okupansi hotel lain dan tentunya bisa mengerek ekonomi kota Surabaya secara umum,” tandas Jamhadi yang juga mantan Ketua Kadin Surabaya dua periode tersebut.

Saat ini di Surabaya terdapat 42.000 kamar hotel dari 151 hotel.[rea/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar