Iklan Banner Sukun
Ekbis

GPEI Jatim Gandeng BRI, Ciptakan Eksportir Baru

Surabaya (beritajatim.com) – Neraca perdaganga luar negeri Indonesia masih minus. Terlihat dari peningkatan impor masih diatas ekspor yang hanya naik sekitar 13,49 persen.

“Impor lebih tinggi sebenarnya juga bagus sebab bahan yang diimpor bisa penunjang produksi dalam negeri. Di mata kami sebagai eksportir ini bisa jadi peluang baru,” ungkap Isdarmawan Asrikan, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim, dalam Business Gathering BRI dengan GPEI Jatim di Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa (23/8/2022).

Peluang ekspor ini juga bisa membuat para pengusaha terutama UMKM bisa naik kelas. Hal ini juga yang membuat Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim berkolaborasi dengan BRI BO Sidoarjo Regional Office Surabaya menggelar Business Gathering.


Dengan menghadirkan lembaga yang bersangkutan dengan proses ekspor, BRI menargetkan akan lebih banyak UMKM yang terinspirasi menjadi eksportir.

“Kami punya misi menciptakan ekportir baru. Mulai memperkenalkan alur ekspor hingga membantu mereka dalam urusan cukainya,” ungkap Sunarko, Kepala Subseksi Penyuluhan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak saat menjadi pembicara.

Dikatakan, ekspor adalah tulang punggu neraca negara sehingga pihaknya berupaya mendorong UMKM untuk menjual barang mereka ke luar negeri.

“Pengurusan cukai barang pun mudah, UMKM hanya menyiapkan No Induk Berusaha (NIB). Lalu semua administrasi bisa dilakukan secara online yang layanannya 24 jam,” papar Sunarko.

Ditambahkan kendala lebih banyak muncul saat pelaku UMKM harus menghitung dan mengakses layanan kapal, hingga layanan petikemas.

Sementara Luthfi Riza Hartawan, Branch Manager BRI Cabang Sidoarjo berharap acara seperti ini akan lebih sering dilakukan sehingga UMKM bisa menjadi eksportir yang sukses.

Lalu apa untungnya bagi BRI sendiri?. Ihwan mengaku sebagian besar para eksportir merupakan nasabah BRI. Dengan semakin berkembangnya UMKM akan membuat pembiayaan kredit pun meningkat untuk penggunaan modal bisnis para eksportir.

“Kami akan menjembatani pengusaha ekspor dengan pengambil kebijakan. Dengan begitu mereka punya wawasan dalam pengiriman barang UMKM ke luar negeri,” tandasnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar