Ekbis

Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Global Wakaf ACT dan YP3I Gebyar Tanam Padi di Mojokerto

Presiden GIP, Ahyudin, Pembina YP3I Abuya, KH Mahfudz Syaubari bersama undangan saat tanam padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Global Wakaf ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani menggelar Gebyar Tanam Padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kabupaten Mojokerto. Tanam Raya Padi seluas 500 ha ini tersebar di lima kabupaten di Jawa Timur.

Lima Kabupaten tersebut yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan dan Malang. Gebyar Tanam Padi ini, merupakan salah satu bagian rangkaian agenda kerjasama Global Wakaf – ACT – YP3I dan Gema Petani di Jawa Timur dalam pengelolaan Wakaf Sawaf Produktif (WSP).

“Program Wakaf Sawah Produktif ini bagian dari program wakaf pangan produktif yang diinisiasi wakaf bersama para mitra khusus dengan YP3I ini kita mulai dari Jawa Timur. Proses Taman Raya Padi ini, target kita 500 ha dan Insya Allah tidak hanya di Jawa Timur, ungkap Presiden Global Islamic Philantropy (GIP), Ahyudin, Sabtu (26/12/2020).

Masih kata Ketua Dewan Pembina Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini, program ini tidak hanya bergerak di satu provinsi atau satu daerah saja tetapi juga nasional regional dan global. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani.

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari sini, Dusun Tumpangsari. Melalui WSP akan dibangun kembali kebangsaan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa agraris. Menurutnya, bangsa Indonesia harus punya kekuatan pangan yang hebat karena dengan kekuatan pangan akan menjadi bangsa yang berdaulat,” katanya.

Beras hasil produksi Wakaf Sawah Produktif ini, selain didistribusikan untuk masyarakat luas, juga akan disalurkan untuk berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Ini merupakan bagian dari komitmen Global Wakaf ACT untuk mendukung para santri dan ulama sebagai para penjaga agama.

Sementara itu, Pembina YP3I Abuya, KH Mahfudz Syaubari menambahkam, para petani adalah pahlawan yang sebenarnya. “Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan. Agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian,” urainya.

Berkat inovasi para profesor ahli pertanian, lanjut KH Mahfudz, sawah seluas 1 ha bisa menghasilkan 16 ton. Karena melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Wakaf Sawah Produktif ini melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat perbulan. Di luar itu, ada 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat. Turut hadir Ketua PCNU Mojokerto sekaligus ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU), KH Abdul Adzim, Danramil serta perangkat pemerintahan lainnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar