Ekbis

Gerakkan Ekonomi, Para Kades di Jember Diminta Gelar Kegiatan untuk UMKM

Bupati Hendy Siswanto dan sejumlah kepala desa di Jember

Jember (beritajatim.com) – Para kepala desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menggerakkan perekonomian daerah. UMKM adalah ujung tombak perekonomian Jember.

“Adakan event. Dengan event itu, orang yang punya duit di rumahnya keluar untuk berbelanja. Kedua, (bantu) perbaiki produk UMKM. Ketiga, wajib mengajak warganya untuk mau membeli produk UMKM,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Sabtu (3/12/2022).

“Kita harus mencintai produk sendiri sebelum dicintai orang lain. Bagaimana kita mau menjual produk kita sendiri kalau tidak tahu rasanya? Kita wajib membelinya. Local wisdom wajib, kearifan lokal. Jadi yang namanya grass root itu wajib (diperhatikan), nomor satu,” kata Hendy.

Menurut Hendy, seluruh jajaran pemerintah mulai dari pemerintah kabupaten hingga desa wajib menyemangati dan mendorong warga untuk membeli dari pelaku UMKM di Jember. “Kalau itu terjadi, maka akan terjadi efisiensi, karena setiap barang laku dibeli. Jadi efisien dan harga jadi kompetitif. Begitu harga kompetitif, kita bisa mengalahkan daerah lain. Begitu mengalahkan daerah lain, orang beli di sini. Pada saat itulah volume pembelian akan banyak,” katanya.

Bukan sekali ini saja Hendy bicara soal pentingnya UMKM di Jember. Sebelumnya, ia juga memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Jember untuk membuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Semua camat harus mengundang UMKM, bikin event supaya ada perputaran uang, karena kalau tidak ada ini, tidak ada duit,” katanya, sebagaimana diberitakan Beritajatim.com, Rabu (7/9/2022).

Tanpa ada transaksi keuangan, orang lebih memilih menyimpan uang. “Ini jadi tidak menarik. Ada hari-hari di mana orang berpikir, besok untuk makan, ada atau tidak. Kami yang bertanggungjawab di daerah harus membuat event,” kata Hendy.

Hendy mengingatkan, transaksi UMKM melibatkan uang miliaran rupiah. “Kami sudah pernah menghitung setiap event di alun-alun,” katanya. “Semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus membuat kegiatan-kegiatan di lapangan dan mengikutsertakan masyarakat. Ke depan kita harus berjuang meningkatkan perekonomian,” kata Hendy. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar