Ekbis

Geliat Pelaku UMKM di Jatim Berikan Kontribusi 54 Persen

Pamekasan (beritajatim.com) – Geliat pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur, mampu memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar 54 persen. Bahkan jumlah pelaku di sektor tersebut juga mencapai angka 9,78 juta.

Sekalipun di masa pandemi Covid-19 saat ini, sektor usaha ekonomi produktif tersebut juga menjadi sektor terdampak dan mengakibatkan pelemahan dibandingkan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kompleks Pasar 17 Agustus di Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Senin (14/9/2020). Sekalugus pasca menyerahkan ventilator untuk RSUD di Bakorwil Madura, Jl Slamet Reyadi Pamekasan.

“Salah satu upaya bangkit dari dampak pandemi Covid-19, yaitu dengan menggerakkan pelaku UMKM. Sebab selam ini, sektor ini menjadi penggerak perekonomian di Jatim yang didominasi oleh pelaku UMKM, termasuk mengerakkan perajin batik yang juga menjadi tumpuan sektor ekonomi,” kata Khofifah Indar Parawansa di Pamekasan.

Selain itu pihaknya menilai sentra batik merupakan kumpulan dari pusatnya perajin di Jatim yang sudah dilakukan secara turun temurun, tentunya dengan filosofi budaya yang kental. “Kami seringkali menikmati cerita atau lukisan dari para pembatik sebelum membeli,” ungkapnya.

“Dari itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bangga terhadap produk dalam negeri, khususnya produk dari Jatim, terutama varian batik Jawa Timur. Apalagi batik yang dihasilkan pelaku UMKM maupun pengrajin batik di Jatim sangat luar biasa,” tegas gubernur yang akrab disapa Bunda Khofifah.

Hal tersebut senada dengan semangat HUT Ke-75 Republik Indonesia, di mana tema perayaan mengusung tema ‘Bangga Buatan Indonesia’. “Ajakan ini menjadi salah satu strategi untuk memulihkan sektor ekonomi Indonesia, khususnya di Jatim akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

“Dari itu mari kita bersama memaksimalkan, mendorong dan menyerap produk UMKM Jatim, sekaligus mengajak masyarakat agar bangga terhadap produk Jawa Timur. Sebab industri kreatif seperti desain batik ini sangat luar biasa, bahkan kreativitas dan inovasi ini juga bisa didaftarkan kepada Hak Kekayaan Intelektual agar menjadi bagian dari penguatan pengakuan ekonomi kreatif (ekotif),” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar