Iklan Banner Sukun
Ekbis

Gandum dan Kentang Granula Kecamatan Tosari Pasuruan Rambah Pasar Nasional

Pasuruan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan agar semakin intens meningkatkan produktivitas budidaya tanaman di Kecamatan Tosari. Permintaan itu dilontarkan terkait banyaknya permintaan hasil tanam Gandum dan Kentang Granula.

Gus Mujib sapaan akrabnya mengatakan bahwa kedua tanaman pangan yang merupakan primadona potensi pertanian di Kabupaten Pasuruan memiliki diferensiasi produk. Terlebih selama ini telah menghasilkan panen melimpah yang sudah didistribusikan ke berbagai daerah. Tidak hanya di dalam lingkup Jawa Timur saja, melainkan sudah merambah ke berbagai daerah di tanah air.

“Saya bersama Ketua NU Kabupaten Pasuruan, Imron Mutamakkin, berkesempatan panen Gandum di Desa Ngadiwono. Karena potensinya yang luar biasa, saya minta Dinas Pertanian bisa memasukkan program budidaya Gandum dan Kentang untuk pengembangan dan peningkatan produktivitas”, ujarnya yang berkesempatan mampir di kebun Gandum milik Yuli warga Desa Ngadiwono, seusai acara peletakan batu pertama masjid Pancasila di dusun Banyumeneng tersebut.

Ditambahkan Wakil Bupati, baik Gandum maupun Kentang merupakan kebanggaan Kabupaten Pasuruan yang pengelolaannya harus terus dikawal. Terlebih Kentang yang selama ini dibudidayakan di Kecamatan Tosari lebih dari 10 tahun silam tersebut pernah mendapatkan dana stimulan dari Pemerintah Pusat.

“Secara potensi, Gandum dan Kentang Granula sangat prospektif untuk bisa diekspor. Kualitasnya tidak kalah, bahkan lebih bagus dari Kentang dari Australia. Itu juga yang membuat banyak petani dari luar daerah yang mengambil benih Kentang di sini”, tutur Wakil Bupati pada saat ikut memanen Gandum dan Kentang Granula di Desa Ngadiwono tersebut.

Diketahui, Gandum sebagai tanaman alternatif rotasi dengan tanaman Kentang yang mulai dibudidayakan di tujuh wilayah di Kabupaten Pasuruan sejak tahun 2000. Masing-masing, Kecamatan Tosari, Puspo, Tutur, Purwodadi, Purwosari, Prigen dan Lumbang dengan luas tanam sekitar 120 hektare.

Setidaknya terdapat 14 jenis Gandum yang ditanam terdiri dari 12 galur dan 2 varietas (DWR-162 dan TSR Nias). Dalam perjalanannya, kontur tanah di Kecamatan Tosari sangat cocok ditanami Gandum. Terlebih pasca ditetapkannya Kecamatan Tosari sebagai daerah dengan sumber benih terbaik tingkat nasional oleh Kementerian Pertanian. Setidaknya terdapat tiga Desa di kaki Gunung Bromo yang selama ini terkenal dengan Gandumnya. Yakni Desa Ngadiwono, Baledono, serta Desa Tosari.

Selain memperoleh pendanaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan, pengembangan budidaya Gandum juga dilakukan melalui program kerjasama Counterpart Fund (CF) bersama Second Kennedy Round (SKR). Dari luasan lahan yang ditanami, 60 persen produksinya disiapkan sebagai sumber benih Gandum nasional.

Setali tiga uang dengan track record kualitas Gandum, Kentang Granula dari Tosari-pun tak kalah moncernya. Hasil panen tanaman umbi-umbian tersebut tidak hanya terdistribusikan lintas pulau saja. Melainkan sudah tembus hingga pasar luar negeri, diantaranya sampai ke negeri Singa. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar