Ekbis

Gaji Dipotong, Pekerja di Surabaya Dihantui Masalah Ekonomi

PSBB: Foto Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Sektor perekonomian mulai tak kondusif. Hal itu menyusul banyaknya pekerja yang diputus kontrak sebagai dampak dari mebawahnya virus corona atau Covid-19.

Hal ini seperti yang diceritakan oleh beberapa karyawan di kota Surabaya. Allen Cristian salah satu supervisi toko sandal ternama mengatakan sudah sejak akhir Maret dirinya bekerja dirumah dan mengalihakan penjualan via online.

Bahkan untuk April ini Allen hanya menerima gaji 75 persen, sedangkan untuk bulan Mei ia hanya menerima 50 persen ditambah dengan satu kali gaji pokok. “Mulai akhir Maret kemarin WFH (work from home), bahkan dua anak buahku sudah dirumahkan. Gajiku bulan April hanya 75 persen,” ungkap pria berusia 33 tahun ini, Kamis (30/4/2020).

Hal senada diungkapkan M. Ilham, supervisi salah satu tempat karaoke. Dia mengaku gajinya dipotong 30 persen. Karena selama satu bulan ini karaoke tempatnya bekerja tidak beroperasi. Kalau sampai setelah hari raya corona masih berlanjut, bisa menjadi ancaman baru bagi karyawannya.

“Ya gajiku dipotong, karena sejak Maret tidak beroperasi, lumayan potongan 30 persen. Kalo setelah lebaran masih ada pandemi, gaji saya bisa dipotong lagi. Hal terburuk bisa PHK (pemutusan hubungan kerja),”ungkapnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar