Ekbis

Frekuensi Penerbangan Garuda Rute Jember-Surabaya Dikurangi

Foto ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Frekuensi penerbangan maskapai Garuda Indonesia untuk rute Jember – Surabaya di Jawa Timur dikurangi. Sejak bulan ini, Garuda tidak terbang setiap hari dalam sepekan dari dan menuju Bandara Notohadinegoro Jember.

Dalam sepekan, Garuda tidak akan menerbangkan armada untuk rute Jember-Surabaya dan sebaliknya pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. “Memang kondisinya kami sedang mengalami low demand. Ini mungkin dialami seluruh airlines di nusantara untuk penerbangan domestiknya,” kata Sales Manager Garuda di Jember, Heru Joko Satria, Jumat (18/1/2019).

Heru mengatakan, pengurangan frekuensi penerbangan tidak terjadi pada Januari tahun lalu. “Tahun ini sangat low sekali. Nanti kami akan lakukan evaluasi hingga akhir Januari, melihat pertumbuhannya, apakah membaik. Nanti kami putuskan lagi secara global, penerbangan mana saja yang dikategorikan low demand. Kami menunggu keputusan head office,” katanya.

Saat ini, tingkat okupansi penumpang Garuda pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu kurang lebih 50-60 persen dari 70 kursi. “Masih di atas setengah. Tapi kalau kita ngomong business oriented, kan untuk break event point tidak masuk. Kami putuskan, kami orientasi bisnis, maka kami kurangi frekuensinya,” kata Joko.

Jumlah penumpang ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Menurut Joko, okupansi penumpang Garuda tahun lalu mencapai 80-82 persen. Ia menduga berkurangnya jumlah penumpang pada Januari 2019 ini dikarenakan beberapa faktor. “Mungkin budget pemerintahan dan swasta (untuk perjalanan dinas) belum keluar, sehingga mobilisasi perjalanan masih menunggu. Tapi kok Januari tahun ini? Januari tahun kemarin kami tidak mengurangi frekuensi,” katanya.

Joko mengatakan, pengurangan frekuensi penerbangan ini terjadi dalam skala nasional. “Bukan hanya Garuda. Setahu kami pihak Wings Air (yang juga memiliki rute penerbangan Jember-Surabaya) melakukan pengurangan frekuensi penerbangan di hari yang sama. Saya juga kaget kenapa Wings mengurangi penerbangan di hari yang sama. Mungkin ini memang low season skala nasional,” katanya.

Joko melihat, 60 persen konsumen Garuda di Jember adalah pebisnis. “Jadi mereka connecting flight dari Jakarta. Ketika di Jakarta mengurangi frekuensi penerbangan, maka sangat berpengaruh sekali terhadap penerbangan Surabaya-Jember,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar