Ekbis

Forkas Fasilitasi Anggota Untuk Pengajuan Pasport Dukung Upaya Imigrasi Naikkan PNBP

Surabaya (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menggelar pembuatan dan perpanjangan paspor secara kolektif di Gedung Kencana, Jalan Bubutan, Kota Surabaya, Senin (15/3/2021). Hal itu disambut positif dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari biaya pengurusan Pasport yang drop akibat pandemi di tahun 2020.

Ketua Umum Forkas Jatim Eddy Widjanarko, mengatakan, kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Pertama pada Jumat (12/3/2021) dan Senin hari ini. Bersama Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya.

“Kegiatan ini untuk memberi kemudahan anggota Forkas untuk melakukan perpanjangan dan pembuatan paspor baru,” kata Eddy disela kunjungan di Gedung Kencana.

Selama dua hari pelaksanaan, anggota Forkas yang melakukan pengurusan disini, adalah pengisian. Kemudian paspor akan selesai di tiga hari kerja selanjutnya. Paspor yang sudah jadi nantinya bisa diambil secara perwakilan atau bisa juga dikirim ke rumah melalui jasa PT Pos Indonesia.

Paspor merupakan dokumen negara yang harus dibawa saat melakukan perjalanan keluar negeri.
Pelaksanaan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan dibagi menjadi empat sesi. Dua sesi dilaksanakan pada Jumat, pada Senin.
Menurut Eddy, pada hari Jumat, dari 60 orang yang hadir sebanyak 58 orang.

“Sedangkan pada hari ini sudah 53 orang yang melakukan pendaftaran paspor,” jelasnya.

Imigrasi menyiapkan empat meja khusus untuk melayani calon pendaftar paspor. Sementara panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mengantisipasi penularan Covid-19.
Para pendaftar diperiksa suhunya sebelum masuk ke ruang pendaftaran.

Setelah itu, ada petugas yang memberi sarung tangan, face shield, dan tempat duduk antrean yang sudah di-setting jaga jarak. Lama antrean hingga penyelesaian administrasi sekitar 10-15 menit.

“Program ini akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan atau setidaknya 600 orang sudah memiliki paspor,” ujar Eddy.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Is Edy Ekoputranto, mengatakan, selama pandemi, ada penurunan pengurusan paspor yang sangat signifikan.

“Bila sebelum pandemi bisa mencapai 150-200 orang per hari, selama pandemi atau tahun 2020 saja, per hari hanya sekitar 20 orang,” jelas Is Edy.

Karena itu dengan menggandeng Forkas, pihaknya cukup terbantu untuk meningkatkan pendapatan PNBP yang anjlok drastis karena pandemi.

“Harapan kami tidak hanya dengan Forkas, tapi juga berkolaborasi dengan asosiasi atau komunitas lainnya untuk kami jemput bola pengurusan secara kolektif seperti ini,” ungkap Is Edy.

Apalagi Ditjen Imigrasi juga memiliki program Eazy Passport. Yaitu program pelayanan paspor komunitas besar yang bertujuan memudahkan pemohon paspor. Mereka bisa mengajukan permohonan paspor tanpa perlu ke kantor imigrasi karena petugas akan mendatangi pemohon di lokasi yang telah ditentukan.

Menurut Is Edy, tidak ada target jumlah khusus dalam program ini. Yang penting adalah pengajuan paspor minimal 50 orang. Untuk batas atas tidak ada.

“Tetapi karena pandemi Covid-19 maka dibagi menjadi beberapa sesi,” jelas Ia Edy.

Salah seorang pendaftar, Anita Marina,36, warga Ngagel Mulyo, Wonokromo, Surabaya mengatakan, bersyukur ada program pembuatan paspor. Dia mengajukan pembuatan paspor untuk anaknya yang bernama Jessie Levina.

“Saya dapat jadwal pukul 13.00 WIB, atau sesi kedua. Paspor untuk anak saya. Jessie Levina akan kami ajak berlibur kalau pandemi Covid-19 sudah reda,” tutur wanita yang tergabung ke dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur ini.[rea]

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar