Ekbis

Eri Cahyadi Targetkan Surabaya Bisa Level 2 Pekan Depan, Sehingga Iklim Usaha Semakin Kompetitif

Surabaya (beritajatim.com) –  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kota Surabaya bakal turun dari level 3 ke level dua pada Minggu depan. Karena dengan turun ke level 2, Pemkot Surabaya bakal bisa tancap gas, menggerakkan perekonomian kota pahlawan tersebut.

Hal itu diucapkan Eri saat mengunjungi sentra vaksinasi “Merdeka dari Covid-19” yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya bersama Entrepreneurs’ Organization (EO) Indonesia East Chapter di Jatim Expo, Sabtu (4/9/2021), Eri mengatakan bahwa saat ini Pemkot Surabaya tengah mempercepat pemberian vaksinasi Covid-29 kepada seluruh warga, baik warga Surabaya maupun warga luar yang berdomisili dan mencari nafkah di Surabaya agar bisa secepatnya mengerakkan roda perekonomian.

 

“Target kami turun ke level dua di minggu depan, kami telah berusaha mati-matian agar bisa menggerakkan ekonomi. Dan nanti saya akan undang semua pengusaha di kota Surabaya untuk sharing, apa saja masukannya dan apa yang bisa dilakukan. Karena bagi saya kesempurnaan itu karena ada banyak orang hebat di Surabaya, Pemkot hanya menfasilitasi, mengumpulkan dan memberikan arahan bagaimana menggerakan dan menjalankannya. Kami ingin menunjukkan, kebersamaan kami inilah yang menjadikan kota Surabaya akan menjadi kota dengan zona hijau,” tegasnya.

Selain bersinergi dengan pelaku usaha, Eri juga mengaku akan bertemu dengan dua kepala daerah yang berbatasan langsung dengan Surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik untuk mencari solusi bagaimana percepatan bisa dilakukan bersam. Karena untuk menjadi zona hijau tidak hanya Surabaya saja yang harus berhasil tetapi juga kedua daerah tersebut karena masuk dalam peta Surabaya Raya.

“Besok Senin saya ada pertemuan dengan bupati Gresik dan Sidoarjo, apa yang bisa dikerjakan bersama agar Surabaya Raya bisa turun menjadi level dua. Kita bantu kedua daerah tersebut agar percepatan bisa terlaksana,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Surabaya Ali Affandi mengatakan bahwa vaksinasi ini merupakan inisiatif pelaku usaha yang didukung oleh Pemkot Surabaya agar recovery ekonomi Surabaya bisa berjalan.

“Bounce back ekonomi harus cepat sehingga fasilitator seperti pemerintah harus cepat, agar pengusaha bisa mendapatkan vaksinasi untuk mempercepat herd immunity. Dan kali ini, target kami 10 ribu dosis vaksin. Tetapi di saat pak Walikota melihat kecepatan dan fasilitas sangat nyaman, maka kemungkinan ada tambahan,” ujar Andi, panggilan akrab Ali Affandi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa saat ini pengusaha bersama pemerintah Kota Surabaya berupaya dengan keras untuk melakukan percepatan pencapaian herd immunity di kota Surabaya agar sektor ekonomi bisa dipacu.

“Pada saat pandemi yang terdampak duluan adalah pariwisata dan MICE, sehingga harapan kami itu bisa difasilitasi pemerintah, bisa menjadi prioritas dan dilibatkan dalam pemulihan ekonomi. Oleh karena itu kami adakan di Jatim Expo, karena MICE ini sudah lama tidak dapat order akhirnya kami ciptakan win win solution agar tercipta kebersamaan semua pihak,” tandasnya.

Terkait ajakan Pemkot Surabaya untuk memberikan masukan disaat status PPKM Surabaya sudah turun level 2, ia mengungkapkan akan sesegera mungkn melakukan diskusi dengan seluruh pelaku usaha di Surabaya untuk membuat skala prioritas.

“Visi misi Pemkot Surabaya akan kami ejawantahkan dalam program yang riil dan terukur. kami akan memberikan indikator kesuksesan, kira-kira recovery seperti apa yang nantinya bisa dikatakan Surabaya akan bangkit dan pulih lebih cepat. Harus terukur. Yang bisa memberikan efek domino yang besar itu sektor mana dan itu kita prioritaskan. Yang paling banyak menyerap tenaga kerja, memberikan impact yang paling besar yang mana, seperti restoran, mamin, pusat perbelanjaan, MICE dan masih banyak lagi. Harapan kami, pada saat bertemu pak Walikota, kami akan bisa menyampaikan aspirasi dari pelaku usaha dan kami akan memberikan skala prioritas, mana yang berdampak besar terhadap perekonomian di Surabaya karena ini harus detil, spesifik dan scientific, kami juga akan libatkan akademisi” tandasnya.[rea]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar