Ekbis

Emas, Investasi Paling Tokcer di Masa Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi telah meruntuhkan sebagian besar ekonomi negara maju maupun berkembang. Hampir semua negara besar mengalami resesi ekonomi tak terkecuali Indonesia yang mengandal perekonomiannya pada sektor UMKM.

Lalu bisnis investasi apa yang masih memiliki celah besar untuk memperoleh keuntungan? Salah satu jawabannya adalah investasi berjangka atau pialang berjangka. Lalu sulitkah berinvestasi di pialang berjangka? Jenis pialang berjangka apa saja yang masih perkasa ditengah pandemi ini, agar tidak merugi?

Perdagangan Pialang Berjangka (BPK) memang menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan berinvestasi di perbankan yang suku bunga cukup rendah mulai dari 2,5 persen hingga 5 persen dengan berbagai skema investasi. Namum di BPK setiap proses jual maupun beli memungkinkan investor mendapat keuntungan setiap hari selama harga komoditas yang dipilih tetap melejit.

Akan tetapi, investasi BPK ini juga bisa membuat kerugian yang cukup besar jika salah menganalisis perdagangan di PBK. Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya, Kurniadi, menyebutkan tak ada keuntungan yang besar tanpa adanya resiko.

“Namun risiko itu bisa diminimalisir. Karena kami juga memberikan jasa konsultasi bagi investor sehingga tak terjatuh saat “bermain” di PBK. Salah satu rekomendasi yang paling kami sarankan adalah tidak menggunakan semua uang untuk bertransaksi, jadi saat terjadi loss, kerugian bisa diperkecil. Namun seringkali keinginan ambisius tinggi membuat investor lupa diri,” beber Kurniadi yang akrab dipanggil Kiki ini, saat menggelar media gathering kemarin.

Lalu bagaimana menentukan perusahaan pialang yang legal?. Sebab banyak investor yang merasa ditipu. Kiki menyebutkan jika perusahaan pialang harus terdaftar di Kliring Berjangka Indonesia dan PT Bursa Berjangka Jakarta. “Saat ini minat investor justru sedang tinggi-tingginya,. Hal itu terlihat dari penambahan investor kami yang pendaftar barunya sekitar 119 persen dibanding tahun sebelumnya,” tuturnya.

Lalu apa investasi yang menarik dimasa ini, PT Bestprofit Future mencatat selama pandemi 80 investor lebih banyak berinvestasi di emas Loco London. Harga emas hingga pencapai puncak tertinggi pekan lalu yakni di USD 2.452 per troy ons dan kini melemah sedikit di pekan ini yakni USD 1.860 per troy ons.

Hal yang sama juga diamini oleh Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang dimana kenaikan harga emas ini merupakan catatan paling tinggi sepanjang masa. Paulus memprediksi harga emas akan terus perkasa hingga 2021 mendatang. Kalaupun terkoreksi, koreksinya hanya sedikit, mungkin kisarannya dari USD 1.700 hingga USD 2.000 per troy ons.

“Emas memang jadi primadona. Namun selain emas juga ada komoditas lainnya yang juga menunjukkan trend peningkatan. Diantaranya adalah kopi serta minyak kelapa sawit, sedangkan yamg lainnya masih belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” papar Paulus.

Tetapi eitss, jangan langsung berinvestasi dulu, pelajari trend peningkatan dan penurunan di melalui perusahaa PBK. Harus jeli melihat perusahaan pialangnya. Cari sebanyak-banyaknya informasi tentang cara berbisnis di PBK.

Menurut Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, jangan percaya pada keuntungan pasti yang ditawarkan pialang, sebab di PBK ada fluktuasi harga. “Pelajari dulu klausa kerjasamanya. Pelajari dulu bisnisnya,” tandasnya. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar