Ekbis

Emas dan Bawang Merah Dongkrak Inflasi Sumenep

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman

Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Angka itu lebih tinggi dari inflasi Nasional sebesar 0,08 persen. Sedangkan Jawa Timur justru mengalami deflasi 0,12 persen.

“Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, empat kota mengalami inflasi dan empat lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,24 persen. Sedangkan deflasi tertinggi dialami Madiun sebesar 0,19 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman, Rabu (6/5/2020).

Dari sebelas kelompok pengeluaran, enam di antaranya mengalami kenaikan harga, dua kelompok penurunan harga, dan tiga lainnya relatif stabil. Enam kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga diantaranya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,28 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen, dan kelompok kesehatan 0,19 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,55 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,08 persen. “Untuk tiga kelompok pengeluaran yang relatif stabil diantaranya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” terang Syaiful.

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi di Sumenep adalah emas perhiasan, bawang merah, dan tomat. “Sebaliknya, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah cabai merah, daging ayam ras, dan beras,” paparnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar