Ekbis

Emak-emak Geluti Usaha Pembuatan Jajanan dari Jamur

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan ibu rumah tangga di Desa Karang Talun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri menekuni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mereka berhasil menciptakan berbagai produk olahan makanan ringan dan minuman instan yang telah dipasarkan ke berbagai daerah.

Para pelaku UMKM dari kalangan emak-emak ini tergabung di dalam Komunitas UMKM Bunda Kreatif. Jumlahnya sebanyak 60 orang. Sementara produk andalan mereka adalah berbagai makanan olahan dari bahan jamur.

“Ada 60 orang. Untuk usahanya macam-macam kripik, catering, minuman instan dan produk usaha campuran. Paling dikenal kripik jamur dan segala macam olahan jamur,” kata Yuliati, Ketua UMKM Bunda Kreatif Desa Karang Talun.

Anggota Komunitas UMKM Bunda Kreatif Karang Talun ini bekerjasama dengan Karang Taruna setempat. Mereka mendapatkan bahan jamur dari hasil pertanian anggota Karang Taruna. Bahan jamur kemudian diolah menjadi berbagai macam menu makanan seperti jamur crispy dan turunannya.

“Karang Taruna yang mempunyai bag lock-nya untuk memproduksi jamur. Kemudian kami mengambil hasil produksi untuk bahan olahan makan. Ada empat titik lokasi budidaya jamur di disini,” imbuh Yuliati.

Masih kata Yuliati, Komunitas UMKM Bunda Kreatif Karang Talun sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Namun, sejak pandemic Covid-19 usaha tersebut menurun drastic. Pemasaran produk mereka terganggu oleh lesunya pasar.

“Pangsa pasarnya agak terganggu karena ada Covid-19, penghasilan menurun, biasanya bisa kirim banyak, sekarang sendiri. Sekarang penghasilan menurun hampir 65 persen. Jadi yang dulu bisa menambah uang dapur, sekarang berkurang,” tambah Yuliati.

Penurunan permintaan, tambah Yuliati, mulai dirasakan setelah Lebaran. Dari sekitar 60 anggota, hampir 50 persen diantaranya macet usaha. Kebanyakan mereka yang belum mengantongi izin PIRT. Pemasaran yang dilakukan dari sistem titip di toko, media online maupun COD merosot tajam.

“Dalam kondisi sulit pandemi ini yang bisa kami lakukan dengan tetap menggelar pertemuan rutin setiap bulan sekali. Apa kendalanya mengadapi pandemic ini kami bicarakan dalam diskusi,” lanjutnya.

Yuliati berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang selama ini tidak tinggal diam. Melalui Dinas terkait, Pemkab sering memberikan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kualitas mereka. Seperti misalnya pelatihan catering makanan, dengan harapan pelaku UMKM di bawah Nauangan Bunda Kreatif Karang Talun semakin sejahtera.

Support dari pemerintah daerah mendukung sekali. Kami sering diberi pelatihan catering makanan, agar lebih sejahtera,” tutupnya. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar