Ekbis

Ekspotir Tembakau Cerutu Ini Kembangkan Benih Kedelai Unggul

Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti di TTN [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – PT Tarutama Nusantara (TTN) lebih dikenal sebagai perusahaan budidaya dan eksportir tembakau cerutu bawah bawah naungan. Namun sejak tahun lalu, mereka mengembangkan rekayasa benih kedelai unggul.

Direktur Produksi PT TTN Iryono mengatakan, pada musim tanam kedua tahun lalu, demplot percontohan di Jember seluas 10 hektar telah panen pada Juni 2020. Hasil panen telah diujicobakan kepada perajin tempe dan tahu di Jember. Hasilnya mereka senang karena sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan hasil tempenya lebih bagus dibanding saat menggunakan bahan baku kedelai impor.

Dari rekayasa benih yang dilakukan, maka produktivitas benih yang dihasilkan sangat tinggi, mencapai 3,2 ton per hektar. Sementara produktivitas kedelai lokal saat ini hanya mencapai 1,2 ton per hektar.

Penuh keyakinan, PT TTN akan memperluas area demplot tanam benih kedelai kualitas unggul tersebut di Malang dan Bondowoso. Total produksi diperkirakan sekitar 100 ton benih per tahun. “PT. Tarutama Nusantara ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan kedelai nasional,” kata Iryono saat dikunjungi Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI La Nyalla Mahmud Matalitti., sebagaimana dilansir Humas DPD RI.

Iryono berharap tiga kementerian mengambil kebijakan agar kedelai super produksi lokal bisa dihargai dan dikembangkan di Indonesia. “Sehingga mampu mengurangi ketergantungan impor kedelai,” kata Iryono.

Iryono menyampaikan mendorong pemerintah bersama pihak terkait agar dapat bersama-sama menciptakan tata Kelola kedelai yang saling sinergi dan memberikan manfaat kepada para pelaku usaha kedelai nasional. “Kami juga ingin pemerintah memberikan dorongan dan motivasi kepada para petani kedelai di Indonesia, agar dapat melakukan budidaya kedelai berdasarkan prinsip good agricultural practices dan membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana petani kedelai,” katanya.

Selain itu, Iryono berharap pemerintah mampu memberikan jaminan harga kedelai yang dihasilkan petani dengan harga yang layak. Harga benih oleh pemerintah yang saat ini ditetapkan Rp 13.400 per kilogram harus ditinjau ulang. Kebijakan ini tidak menarik bagi pengusaha dan penyedia benih kedelai nasional.

Iryono juga berharap pemerintah mampu mendorong pemulia dan pelaku benih nasional untuk berlomba-lomba menciptakan varietas unggul kedelai. “Serta menjadikan PT. Tarutama Nusantara Jember sebagai mitra pemerintah dalam penyediaan benih unggul kedelai nasional,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar