Ekbis

Efek Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Bekas Melambat

Gresik (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat semua sektor terimbas. Salah satu sektor yang turut terpengaruh adalah otomotif.

Akibat adanya virus mematikan itu, penjualan mobil bekas (mobkas) melambat. Kendati belum tumbuh cepat, pemain di sektor ini optimistis di Oktober 2020 hingga akhir tahun penjualannya diprediksi membaik.

Head of Development Carmudi Indonesia Rene Eduard mengatakan, selain masih adanya pandemi Covid-19, pengaruh melambatnya penjualan mobkas juga akibat adanya wacana dari pemerintah yang memberlakukan pajak 0 persen bagi pembelian mobil baru.

“Kedua pengaruh tersebut sangat mempengaruhi penjualan mobkas. Tapi momentum di bulan Oktober 2020 sudah dapat dan kami secepatnya melakukan akselerasi ditengah new normal,” katanya, Minggu (15/11/2020).

Diakui Rene Eduard, masih adanya pandemi daya beli terhadap mobkas tetap ada tapi masih wait and see. Sebagai strateginya pihaknya juga gencar menggandeng dealer ternama.

“Meski ada pandemi peminat terhadap mobkas masih cukup tinggi. Jika diprosentase 40 persen didominasi low cost green car (LCGC) dan 30 persen dari multy purpose vehicle (MPV),” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini pembeli mobkas di tempatnya juga didominasi oleh karyawan swasta. Sisanya, berasal dari PNS dan lain-lain.

“Pasar mobkas kan punya segmen tersendiri. Transaksinya pun bisa naik kelas dibanding membeli mobil baru,” imbuhnya.

Lantas bagaimana prospek mobkas di tahun depan? Rene Eduard menjelaskan, masih butuh waktu karena ada pandemi, diprediksi bisa pulih lagi mendekati akhir tahun.

“Bisa pulih lagi tapi butuh waktu. Pertengahan tahun lalu efek pandemi sangat berdampak karena ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ditambah kondisi leasing akibat menurunnya daya beli masyarakat,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar