Ekbis

Dwi Soetjipto Terima Penghargaan PWI Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Nasional Bidang Penguatan Hulu Migas dari PWI Jatim. Penghargaan disampaikan dalam peringatan HPN 2021 dan HUT ke 75 PWI yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/4/2021).

Menurut Ketua PWI Jatim Ainur Rohim, penghargaan terhadap Dwi Soetjipto tidak lepas dari keberaniannya untuk fokus pada upaya meningkatkan daya tarik investasi dalam industri migas, antara lain melalui pemangkasan rantai perizinan.

“Lebih dari itu, Pak Dwi juga fokus pada upaya pencarian giant discovery untuk mendukung penyediaan energy nasional. Di tengah penurunan produksi dan penambahan konsumsi energy, upaya menemukan giant discovery menjadi keniscayaan,” kata Ainur Rohim ditemui wartawan seusai kegiatan resepsi puncak peringatan Hari Pers Nasional.

Seperti diketahui, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengejar usaha peningkatan produksi dan usaha penemuan cadangan migas dalam jumlah signifikan (giant discovery).
Untuk meningkatkan produksi, pemboran sumur pengembangan tahun 2021 ditingkatkan 144% dibanding tahun 2020, menjadi 616 sumur.

Untuk meningkatkan cadangan, rencana pemboran sumur Eksplorasi ditingkatkan 105% dari tahun 2020, menjadi 43 sumur. Kegiatan seismic 3 D meningkat 24% menjadi 1.549 km2, sedang kegiatan seismic 2D meningkat 13% menjadi 3.569 km. Pencarian giant discovery difokuskan di lima arena yaitu di Sumatera, Natuna, Jawa, Kalimantan dan Indonesia Timur.

“Ini pekerjaan yang sangat menantang dan strategis untuk memperkuat peran industri hulu migas di Indonesia dalam menjaga keandalan energy nasional. Karena itulah Pak Dwi kami nilai layak menjadi penerima penghargaan sebagai Tokoh Nasional Bidang Penguatan Hulu Migas,” tegas Ainur Rohim.

Ditambahkan, Indonesia masih memiliki 86 basin yang masih belum disentuh sama sekali dan diperkirakan masih memiliki potensi migas yang masih sangat menjanjikan. “Kalau tidak ada yang punya fokus menemukan cadangan dalam jumlah besar, maka potensi migas hanya tinggal potensi,” kata Ainur Rahim.

Dihubungi terpisah, Kepada SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan terima kasi atas penghargaan yang diberikan oleh PWI Jatim. Bagi Dwi Soejipto, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi SKK Migas dan KKKS meningkatkan kinerja.

Menurut alumnus ITS ini, apresiasi dari PWI menunjukkan wartawan bukan hanya kepedulian pada industri hulu migas, namun juga menunjukkan kejelian wartawan dalam persoalan paling mendasar jika kita ingin kembali meningkatkan industry hulu migas.

“Kuncinya, memang ikim investasi yang harus menarik dan ketersediaan data yang memadai di daerah yang berpotensi menghasilan temuan giand discovery. Khusus untuk data, pilihannya memang hanya melakukan seismic dan kegiatan eksplorasi yang lebih masif,” katanya.

Dwi optimistis, upaya untuk memperbanyak temuan giant discovery akan membuahkan hasil. Alasannya, di tahun 2018-2019 Indonesia juga telah menemukan giant discovery diWilayah Kerja Sakakemang yang masuk 5 giant discovery terbesar di dunia. “Peluangnya menemukan cadangan dalam skala besar masih terbuka lebar. Yang dibutuhkan kita harus fokus,” pungkas Dwi Soetjipto. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar