Ekbis

Dusun di Wilayah Perhutani Sulit Teraliri Listrik PLN

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah dusun di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdekatan atau bahkan di kawasan hutan lindung Perhutani. Hal ini membuat mereka sulit teraliri listrik dari Perusahaan Listrik Negara.

PLN baru mendapatkan 3.900 pelanggan di sejumlah dusun di Kabupaten Jember dan Lumajang pada 2018. Survei masih dilakukan untuk membuka kemungkinan penambahan pelanggan dari dusun-dusun yang belum tersentuh aliran listrik. “Kalau secara desa, semua sudah terlistriki. Kalau dusun, kami masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Manajer PLN Jember Ardian Egusfi.

Kondisi geografis Jember mempersulit akses listrik PLN. “Repot kalau dusun di hutan lindung. Kami mau memasang tiang, menarik kabel, mengaliri listrik susah. Kalau (mengambil jalan) berputar terlalu jauh. Tapi kalau mau cepat, melewati tanah Perhutani. Kami harus izin kepada mereka. Kadang mereka tidak mau memberi izin, karena kadang perkampungan itu belum izin,” kata Egusfi.

Egusfi menegaskan, akan langsung membangun jaringan sambungan listrik jika memang ada izin dari Perhutani untuk melintasi kawasan hutan lindung. “Ini masalah perizinan saja. Mungkin ada kebijakan di Perhutani yang membuat kita tidak bisa kita sambung (aliran listrik) gara-gara itu,” katanya.

Saat ini, PLN Jember sedang mendata dan akan dikompilasik di PLN Jawa Timur. Pembicaraan mengenai jaringan listrik melewati kawasan hutan akan dibicarakan di tingkat provinsi, termasuk jika melewati kawasan perusahaan perkebunan.

Tahun lalu, secara umum, PLN Jember menyambung sekitar 35 ribu pelanggan. “Kami tahun 2019 siap 40 ribu pelanggan, karena perkembangan Jember ini luar biasa,” kata Egusfi. PLN agresif melakukan pendataan untuk mencari potensi pelanggan baru. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar