Ekbis

Dukung UMKM Indonesia Naik Kelas, Pertamina Sosialisasikan Program Kemitraan Pinky Movement

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya menggandeng UMKM agar lebih mandiri dan juga edukasi penggunaan LPG Bright Gas kepada masyarakat, Pertamina meluncurkan program Pinky Movement. Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan yang menyasar kepada para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), khususnya pengguna LPG 3 KG maupun Bright Gas untuk terus mengembangkan usaha yang dimilikinya.

Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina. Program ini memberikan pinjaman modal kepada UMKM, dengan menawarkan jasa administrasi yang rendah, yaitu 3% saldo menurun setiap tahun dan maksimal pinjaman selama 3 (tiga) tahun sejak awal tahun peminjaman.

Tidak hanya akses untuk modal usaha, Program Kemitraan ini juga memberikan pendampingan, pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar. Hal ini merupakan cara dalam mendampingi mitra binaan Pertamina untuk tumbuh dan berkembang.

Khusus Program Pinky Movement, didesain untuk meningkatkan kemampuan UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina. Harapannya dengan ikut program Pinky Movement, UMKM seperti pangkalan LPG, usaha kuliner, usaha peternakan, maupun usaha lain pengguna LPG 3 KG bisa berkembang dan naik kelas menjadi pengguna Bright Gas.

“Kami mengajak para pengusaha UMKM untuk untuk dapat berpartisipasi pada program ini untuk dapat mengembangkan usahanya, termasuk dalam program Pinky Movement,” ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus.

Dengan diterbitkannya protokol kondisi New Normal oleh Pemerintah juga, diharapkan adanya program Pinky Movement juga membuat para pelaku UMKM memiliki ruang gerak yang lebih terbuka dan aktivias usaha dapat kembali normal seperti sediakala.

“Sosialisasi juga telah dilaksanakan oleh Pertamina kepada para pelaku UMKM, termasuk pangkalan LPG. Menyesuaikan protokol kesehatan, sosialisasi dilakukan secara online maupun bekerja sama dengan media massa elektronik, untuk dapat memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM jika ingin bergabung dengan Program Kemitraan khususnya program Pinky Movement ini,” tambah Rustam.

Rustam juga mengajak pangkalan gas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan gas dapat tepat sasaran di masyarakat.

“LPG 3 Kg atau LPG PSO adalah gas yang disubsidi oleh Pemerintah, sudah seharusnya LPG PSO ini diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Dengan program Pinky Movement diharapkan juga memudahkan masyarakat mendapatkan akses memperoleh Bright Gas,” tambahnya.

Bright gas sendiri memiliki banyak keunggulan seperti teknologi DSVS ( Double Spindle Valve System) atau teknologi katup ganda yang berfungsi mengurangi tekanan gas berlebih dan ditabungnya sudah dilengkapi dengan segel hologram yang menunjukkan bahwa isi dan tabungnya terjamin keasliannya.

Saat ini, untuk mendapatkannya terbilang sangat mudah dikarenakan adanya program Pertamina Delivery Service. Dengan menghubungi call center 135, Bright Gas pun dapat diantar langsung kepada konsumen yang membutuhkan.

Di Jawa Timur sendiri, Pertamina telah menyalurkan dana sebesar Rp 29 Miliar dari tahun 2018 hingga Mei 2020. Adapun dana sebesar Rp 29 Miliar tersebut disalurkan kepada lebih dari 400 mitra binaan yang terdaftar di Pertamina MOR V dalam tiga tahun terakhir.[rea/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar