Iklan Banner Sukun
Ekbis

Dua Tahun Krisis Pelanggan Akibat Pandemi, Produksi Kue Kering Rumahan Surabaya Meningkat Tajam

Surabaya (beritajatim.com) – Mulai surutnya pandemi Covid-19 membawa berkah bagi para pelaku usaha, khususnya industri kue kering rumahan. Usai dua tahun krisis pelanggan, sejumlah usaha kue kering kini mengalami kenaikan kapasitas produksi.

Kondisi menggembirakan ini dialami Diah Arfianti, warga Ketandan Baru II, Surabaya. Pemilik merek kue kering Diah Cookies ini kebanjiran pesanan jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Bagi Diah, 2022 adalah tahun emas dan jadi momentum besar untuk bangkit setelah dua tahun lamanya tak dapat pesanan kue kering. Diah mengalami peningkatan jumlah pesanan hingga 100 persen di tengah menyurutnya pandemi.

“Alhamdulillah sekali tahun ini luar biasa dibanding tahun sebelumnya, apalagi dua tahun pandemi pengaruhnya luar biasa. Bersyukur saya bisa mulai bangkit di akhir tahun kemarin saat Natal hal ini yang membawa saya optimis di Lebaran Idul Fitri lebih besar pemesanan dan penjualan dari tahun sebelumnya,” ungkap Diah, Kamis (21/4/2022).

Diah mengatakan saat momen Natal pada Desember tahun lalu, masyarakat mulai banyak memburu kue kering untuk hampers. Permintaan pun meningkat hingga beberapa bulan.

Bahkan untuk pesanan satu bulan sebelum Idul Fitri nanti, dia sudah membuka pre-order dua bulan sebelumnya. Cara ini dia pakai sebagai antisipasi agar semua order tetap bisa dilayani.

Di Maret lalu, wanita berparas cantik ini mulai membuka pre order untuk para reseller dan pelanggan umum. Selama satu bulan pre-order dibuka, jumlah pesanan terus membeludak bahkan sampai penutupan pada 15 April lalu.

Menghadapi kondisi ini, Diah memutuskan untuk menambah kapasitas produksi.

“Kita itu udah buka PO selama 1 bulan tapi ternyata banyak pembeli yang datang ke toko masa kita tidak layani mereka, sudah susah cari kue ke tempat saya ya akhirnya kita tambah produksi kuenya makanya sehari kita penjualan bisa ratusan jenis kue,”imbuhnya.

Soal harga, Diah Cookies membanderol mulai dari Rp35 ribu hingga Rp110 ribu untuk beberapa jenis kue. Di antaranya yang sering diburu masyarakat masih seputar kue konvensional seperti castangel, mawar, putri salju dan nastar.

“Soal harga kita tidak bisa naikin harga lagi karena kita sudah naikkan harga tahun kemarin, nah ini yang jadi kendala karena bahan baku yang naik mendadak setelah kita naikin harga akhirnya mau gimana lagi kita sedikit untung tapi tetap menjaga kualitas rasa. dan dibanderol harga tiga puluh lima ribu sampai seratus sepuluh ribu rupiah,”katanya.

Bukan hanya dijual satuan, Diah menjual dengan berbagai inovasi parsel seperti kolaborasi dengan jar cake dan kue kering yang dibanderol Rp190 ribu atau parcel dengan wadah anyaman enceng gondok dengan varian harga mulai Rp300 ribu hingga jutaan rupiah.

“Kita beberapa pilihan hampers, mulai kuker yang dipadu dengan jar cake hingga pure kuker yang di wadahi di box dan ada yang menggunakan wadah anyaman enceng gondok. Harga pun variasi mulai dari seratus sembilan puluh ribu rupiah hingga jutaan rupiah,”tutunya. [way/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar