Ekbis

DPRD Sampang Soroti Menjamurnya Minimarket

Agus Husnul Yakin anggota Komisi II DPRD Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Menjamurnya minimarket atau toko modern di Kabupaten Sampang, menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. Sebab, beberapa toko atau pasar tradisional yang rata-rata jaraknya tidak terlalu jauh dengan minimarket tersebut mengalami penurunan penjualan bahkan ada yang gulung tikar.

“Dengan banyaknya minimarket tentunya ada pertumbuhan ekonomi. Namun, jangan sampai pertumbuhan ekonomi itu malah menimbulkan kesenjangan. Karena, ekonomi yang tumbuh itu tidak diimbangi dengan redistribusi pendapatan,” kata Agus Husnul Yakin, anggota Komisi II DPRD Sampang, Jumat (19/3/2021).

Agus menjelaskan, ketika masyarakat bertransaksi di minimarket, maka uangnya akan mengalir ke investor. Berbeda halnya ketika masyarakat bertransaksi di toko atau pasar tradisional, maka uangnya tetap akan berputar di wilayah Sampang. Hal itu karena pelaku usaha tradisional memang penduduk setempat.

“Yang punya minimarket itu bukan warga Sampang. Jadi, uangnya tidak berputar di sini. Berbeda halnya kalau kita membeli di warung tradisional yang punya warga setempat, kan uangnya tetap berputar di Sampang,” tegasnya.

Selaku anggota dewan sekaligus berada di posisi Komisi II yang membidangi tentang ekonomi, pihaknya akan melakukan kajian untuk pembatasan jumlah minimarket. Terutama pendirianya dilihat dari luas wilayah, jumlah penduduk, tingkat pendapatan masyarakat.

“Pada intinya, minimarket ini harus dikelola dengan bijaksana jangan sampai mematikan usaha masyarakat tradisional,” tandasnya. [sar/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar