Ekbis

DPR Prihatin Masih Maraknya Pekerja Anak di Sektor Pertanian

Gresik (beritajatim.com) – Komisi IX DPR RI prihatin dengan masih maraknya pekerja anak di sektor pertanian. Pasalnya, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2017, ada 2 juta lebih pekerja anak di Indonesia. Dari jumlah itu, di Jawa Timur ada 160 ribu pekerja anak dan yang terbesar ada di sektor Pertanian.

Ketua rombongan Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, kedatangannya ke Gresik guna mencari data terkait Susenas. Sebab, sesuai data yang dimiliki, dari jumlah 130 juta tenaga kerja di Indonesia 60 persen mereka adalah tamatan SD dan SMP. Hal ini akan semakin rentan terhadap kemiskinan.

“Sebagai kota industri, saya ingin tahu persis adakah pekerja anak di sektor industri di Gresik. Sebab, di sektor pertanian masih ada pekerja anak,” ujarnya, Selasa (29/01/2019).

Menanggapi pernyataan ini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menegaskan di daerahnya tidak ada perusahaan yang mempekerjakan anak. Sebab, hal itu sudah melanggar undang-undang.

“Saya tekankan di Gresik tidak ada perusahaan yang mempekerjakan anak-anak di sektor industri,” paparnya.

Ia menambahkan, di Gresik tenaga kerjanya termasuk dengan upah minimum kabupaten (UMK) tertinggi
di Jawa Timur yakni sebesar 3.874.000.

“Terkait dengan ini kami juga menugaskan seluruh camat yang ditindaklanjuti sampai ke Kepala Desa untuk mewajibkan orang tua agar mendidik anak dengan wajib belajar sampai SMA. Selain itu, pemahaman wajib belasjar itu juga kami sosialisasikan kepada seluruh TP PKK dan sekolah perempuan,” tambahnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Triandhi Suprihartono menyatakan sampai hari ini tidak ada pekerja anak di Gresik.

“Saya tidak menemukan adanya anak dibawah umur yang bekerja di perusahaan di Gresik. hal itu terlalu berbahaya,” ungkapnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar