Ekbis

DPR Minta Harga Tiket Penerbangan Low Season Tidak Naik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Sukartono meminta kepada maskapai penerbangan di Bandara Internasional Juanda tidak memanfaatkan momen-momen hari libur untuk menaikkan tarif angkutan udara.

Politisi Partai Gerindra itu mengaku mendapat laporan warga soal mahalnya tarif angkutan udara jelang dan sesudah Pemilu 2019 17 April 2019. Selain harga tiket, jadwal pesawat yang ada juga mengalami penuruan.

“Saya mendapatkan laporan warga, bahwa pada saat Pemilu 2019 harga tiket mahal. Dan kapasitas daya angkut atau pesawat yang ada juga sedikit. Saya sangat menyayangkan dan jangan sampai hal itu terjadi lagi,” katanya di sela-sela sidak ke T2 Bandara Internasional Juanda Rabu (24/4/2019).

Ditambahkan Bambang, dirinya juga sempat melakukan kroscek ke pihak bandara. Memang saat itu calon penumpang di bandara Internasional Juanda overload. Pesawat yang tersedia di bandara mengalamj penurunan hingga 20%.

“Ini pelayanan yang buruk dan tidak benar. Jangan sampai itu siasat untuk menaikkan tarif. Saya mendapatkan laporan harga tiket sampai naik dua kali lipat dari harga normal. Tiket pesawat rute Surabaya-Jakarta, harganya sampai senilai Rp 1,7 juta,” keluhnya.

Kepala Bidang Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraan, Nafhan Syahroni mewakili Kepala Otoritas Bandar Udara Wil. III mengaku tidak ada laporan masuk soal adanya calon penumpang yang gagal terbang karena tidak bisa mendapatkan tiket.

Soal harga tiket tinggi, menurutnya memang waktu tersebut low season. Nafhan mengira harga tiket naik masih sebatas kewajaran dan tidak melanggar batas yang ditentukan.

“Memang untuk harga tiket ada yang jenis pesawat bisnis dan juga Lecce (LCC). Kalau memang didasari bukti soal keluhan itu, silakan dilaporkan, kami akan menindaklanjutinya,” tandas Nafhan. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar