Ekbis

Ditambah, Penerbangan Perintis ke Pulau Pagerungan Jadi Dua Kali Seminggu

Sumenep (beritajatim.com) – Frekuensi penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo ke Pulau Pagerungan, Sumenep, ditambah menjadi dua kali seminggu. Penambahan frekuensi penerbangan tersebut dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan perintis.

“Dalam rapat koordinasi perintis pekan lalu, kami sudah mengajukan tambahan penerbangan menjadi dua kali flight untuk rute Sumenep – Pagerungan. Sudah disetujui amandemen kontraknya,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono, Jumat (6/3/2020).

Sejak 25 September 2019, penerbangan perintis di jalur Sumenep-Pagerungan dilayani oleh pesawat jenis Cessna Grand Caravan milik Susi Air. Pesawat tersebut berkapasitas maksimal 10 penumpang. “Sejak awal rute itu dibuka, jumlah penumpangnya selalu penuh, baik dari Bandara Trunojoyo ke Pagerungan, atau sebaliknya. Bahkan calon penumpang harus pesan ‘seat’ terlebih dahulu 2 minggu sebelumnya,” terang Indra.

Ia menjelaskan, penambahan frekuensi penerbangan itu dilakukan dengan memanfaatkan anggaran sisa kontrak. Setelah dilakukan penghitungan harga, anggaran sisa kontrak itu bisa untuk 25 kali penerbangan. “Optimalisasi anggaran sisa kontrak itu bisa digunakan untuk 25 flight yang berati 25 minggu. Kalau dimulai Maret, maka akan berakhir pada Agustus,” terang Indra.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dimas Maharanto menjelaskan, penambahan frekuensi penerbangan itu sudah dimulai pada 4 Maret 2020. Pesawat perintis terbang dua kali PP Bandara Trunojoyo – Pulau Pagerungan. “Jadwalnya tetap hari Rabu. Jam 9 terbang dari Bandara Trunojoyo ke Pagerungan. Sampai disana jam 10. Kemudian jam 10.15 terbang Sumenep. Setelah itu kembali lagi ke Pagerungan PP. Jedanya hanya sekitar 15 menit untuk isi BBM,” paparnya.

Untuk sampai di Bandara Pulau Pagerungan dari Bandara Trunojoyo menggunakan pesawat perintis, diperlukan waktu tempuh sekitar satu jam. Sementara apabila menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Pagerungan, diperlukan waktu tempuh sekitar 12 jam dalam kondisi cuaca normal.

“Jumlah penumpang di penerbangan kedua atau di jadwal tambahan itu ternyata juga menggembirakan. Seluruh kursi pesawat terisi penuh,” terang Dimas.

Ia memaparkan, setelah tambahan penerbangan 25 kali itu selesai, maka akan dievaluasi, apakah tetap akan dilanjutkan penambahan frekuensi tersebut atau tidak.

“Kalau dari evaluasi nanti jumlah penumpang tetap bagus, seat terisi 100 persen, maka penambahan ‘flight’ itu tetap dilakukan. Soal anggarannya darimana, nanti kami akan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Dimas. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar