Ekbis

Disperdagkum Ponorogo Kesulitan Redam Melambungnya Harga Cabai

Ponorogo (beritajatim.com) – Segala upaya dilakukan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo untuk menekan harga cabai yang meroket di bumi reyog. Diketahui sudah dua minggu ini cabai rawit berada di kisaran harga Rp 66 ribu.

Kenaikan itu juga dialami oleh jenis cabai lainnya. Langkah yang dilakukan Disperdagkum berkoordinasi dengan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) untuk meminta tambahan pasokan cabai. Namun, nampaknya permintaan itu sulit dipenuhi sebab minimnya hasil panen.

“Kami sudah mengontak AACI, tapi memang membutuhkan waktu untuk mengembalikan ke harga normal,” kata Kepala Disperdagkum Ponorogo Addin Andhanawarih, Rabu (17/7/2019).

Disperdagkum, kata Addin, juga berkomunikasi dengan Disperindag Jatim untuk memastikan suplai cabai dari luar daerah tidak mengalami kendala. Namun upaya itu juga tidak membuahkan hasil. Karena sebagian besar hasil panen dikirim ke Jakarta.

Dia memberi contoh dari hasil panen 76 ton cabai, 58 ton dikirim ke Jakarta, daerah hanya kebagian 18 ton.
“Jadi suplai untuk daerah memang kurang,” katanya.

Meroketnya harga komoditas cabai ini, menurut Addin, karena panen yang tersendat. Cuaca seperti ini berpengaruh terhadap hasil pertanian. Selain itu, panen para petani sejak dulu tidak mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan. Hanya di kisaran 30 persen.

“Lonjakan harga cabai merupakan fenomena luas, tidak hanya di bumi reyog. Karena beberapa daerah lain juga belum panen,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar