Iklan Banner Sukun
Ekbis

Minim Asuransi Mandiri Nelayan

Diskan Lamongan Usulkan Asuransi Gratis Bagi 3000 Nelayan

Perahu nelayan di Kawasan Pesisir Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Seperti diberitakan sebelumnya, nelayan Kabupaten Lamongan yang terdaftar dalam asuransi mandiri (BPJS Ketenagakerjaan) masih sangat minim. Dari total 25 ribu nelayan yang ada, baru 1000 nelayan yang ikut asuransi mandiri.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lamongan Yuli Wahyuono membenarkan, dari total 25 ribu nelayan yang terdiri dari 21 ribu nelayan perairan laut dan 4 ribu nelayan perairan umum darat (PUD), baru ada 1000 nelayan yang ikut asuransi mandiri.

“Yang ikut asuransi mandiri atau BPJS Ketenagakerjaan jumlahnya hanya lebih kurang 1000 orang, yang terdiri dari 700 nelayan perairan laut dan 300 nelayan PUD,” ujar Yuli Wahyuono, saat dihubungi wartawan, Kamis (9/6/2022).

Menyikapi minimnya nelayan yang ikut asuransi, Yuli mengungkapkan, pihaknya telah mengupayakan asuransi gratis itu meski tidak semuanya dapat. Ia telah mengusulkan agar ada anggaran asuransi gratis bagi nelayan yang diambilkan dari APBD Lamongan.

“Memang hasil rapat kemarin, kita berupaya untuk memberikan dana stimulan untuk asuransi mandiri selama 3 bulan bagi 3000 nelayan, pada anggaran perubahan Tahun 2022 yang bersumber dari APBD Lamongan,” terangnya.

Perahu nelayan di Kawasan Pesisir Lamongan.

Meski begitu, tambah Yuli, apakah nantinya bantuan asuransi mandiri bagi nelayan ini dimasukan PAK Tahun 2022 atau 2023, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti. “Apakah dimasukkan PAK atau tahun 2023 ini tergantung tim 3 Pemerintah Daerah. Kita sifatnya hanya mengusulkan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Yuli mengaku, selama pandemi Covid-19 ini asuransi nelayan yang dibiayai oleh pemerintah belum ada. Terakhir kali dinasnya dapat jatah asuransi, sebut Yuli, pada 2019 lalu.

Diketahui, asuransi itu merupakan premi gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang digelontorkan melalui Program BPAN (Bantuan Premi Asuransi Nelayan) sebagai perlindungan untuk para nelayan di Lamongan.

Yuli merinci, asuransi program BPAN yang didapatkan oleh Dinas Perikanan Lamongan di antaranyan pada tahun 2016 sebanyak 9.250 nelayan, tahun 2017 sebanyak 1.704 nelayan, tahun 2018 sebanyak 475 nelayan dan tahun 2019 ada 750 nelayan. Sedangkan tahun 2020 dan 2021 sudah tidak ada.

“Pada tahun 2022 ini untuk premi gratis asuransi nelayan yang dari KKP melalui program BPAN memang ada lagi. Untuk tahun ini, Kabupaten Lamongan telah mengajukan kuota sebanyak 500 nelayan, namun sampai sekarang belum ada realisasinya,” jelasnya.

Terkait kendala masih minimnya keikutsertaan nelayan dalam asuransi mandiri ini, Yuli menuturkan, karena kurangnya kesadaran masyarakat nelayan terhadap pentingnya ikut asuransi.

Padahal, menurutnya, pekerjaan nelayan memiliki risiko yang sangat tinggi, seperti yang terjadi beberapa pekan lalu, di mana kapal nelayan Paciran diterjang ombak dan tenggelam, 2 nelayan berhasil diselamatkan sedangkan 1 nelayan meninggal.

“Yang harus kita lakukan adalah terus mengadakan sosialisasi tentang pentingnya asuransi buat nelayan. Manfaat asuransi tak bisa dirasakan sekarang, tapi nanti saat ada sesuatu yang menimpa nelayan. Asuransi mandiri sebenarnya juga cukup terjangkau. Premi atau iurannya hanya Rp 16.800,- per bulan,” pungkasnya. [riq/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar