Ekbis

Disediakan 217.895 Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ketahanan Pangan Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) sedang mengecek gudang pupuk bersubsidi di PT Petrokimia Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 217.895 ton untuk ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Dirut PT Petrokimia Gresik (PG) Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, saat ini stok pupuk bersubsidi di PG mencapai 557.733 ton. Stok tersebut terdiri dari pupuk urea 69.977 ton, ZA 78.653 ton, SP-36 110.248 ton, Phonska 224.088 ton dan Petroganik 74.767 ton.

“Dari total stok tersebut, untuk Provinsi Jawa Timur mendapat alokasi sebesar 217.895 ton. Dengan rincian Urea 69.977 ton, ZA 30.675 ton, SP-36 31.389 ton, NPK Phonska 46.932 ton dan Petroganik 38.922 ton,” tuturnya, Kamis (17/09/2020).

Dwi Satriyo menambahkan, dengan alokasi pupuk bersubsidi tersebut. PG senantiasa siap mendukung ketahanan pangan nasional. Dimana, pupuk bersubsidi sebagai salah satu sarana produksi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian hama, sehingga pengawalannya lengkap,” imbuhnya.

Sesuai mekanismenya, penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total penugasan nasional. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke pabrik PT Petrokimia Gresik menyatakan, dirinya ke pabrik ini untuk meninjau ketersediaan pupuk bersubsidi menjelang musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021.

Gubernur Khofifah meminta sejumlah kabupaten di Jatim untuk mempercepat masa tanam kedua, guna mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang, dan pandemi Covid-19 yang belum juga mereda di paruh kedua tahun 2020 ini.

“Kami meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk, dalam hal penyediaan pupuk bersubsidi. Serta bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, guna menyukseskan musim tanam kedua,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar